Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menggelar aksi bersih-bersih serentak pada Sabtu, 20 September 2025.
Kegiatan ini melibatkan ribuan warga di seluruh kelurahan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan kota sekaligus persiapan menuju penilaian Adipura.
Kepala DLH Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Lingkungan Hidup yang mengimbau seluruh kepala daerah untuk menggerakkan masyarakat peduli lingkungan.
“Minimal 5 persen dari total penduduk Kota Kendari atau sekitar 18.863 jiwa akan kita libatkan. Mereka akan tersebar di 65 kelurahan dengan target 291 orang per kelurahan,” ujar Erlis dalam rapat persiapan bersama Wali Kota Kendari, Senin (15/9/2025).
Aksi bersih-bersih ini tidak hanya melibatkan ASN, tetapi juga tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, budayawan, Pramuka, dunia usaha (BUMN/BUMD), sekolah, komunitas lingkungan, hingga forum anak. DLH Kendari juga menggandeng TNI, Polri, dan lembaga pendidikan untuk memperkuat gerakan tersebut.
Selain kerja bakti, kegiatan akan diisi dengan edukasi pemilahan sampah, pembuatan lubang biopori, hingga sosialisasi eco-enzym. Seluruh peserta diwajibkan membawa alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, sepatu tertutup, serta botol minum pribadi untuk mendukung pengurangan sampah plastik sekali pakai.
DLH telah memetakan sejumlah titik pembuangan sampah liar yang menjadi fokus penanganan. Antara lain, di Kecamatan Poasia (Jalan Madusila hingga kantor DPRD Kota Kendari dan Kelurahan Anggoeya), Kecamatan Wua-wua (Poros H. Banawulasinapoy), Kecamatan Kadia (Jalan Budi Utomo Baru), serta Kecamatan Baruga (akses menuju Pasar Baruga dan Lapas Perempuan).
“Kami minta camat dan lurah segera mengidentifikasi titik-titik sampah liar di wilayahnya. Semua akan kita tuntaskan saat kerja bakti serentak,” tegas Erlis.
Gerakan ini juga menjadi bagian dari strategi Pemkot Kendari menghadapi penilaian Adipura. Saat ini, capaian pengelolaan sampah di Kendari baru sekitar 50,59 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari pengepul mandiri dan bank sampah.
“Kontribusi dari rumah tangga masih kecil. Karena itu, melalui gerakan ini kami ingin meningkatkan partisipasi masyarakat agar target minimal 50 persen bisa tercapai,” jelasnya.
Kick off kegiatan akan dipusatkan di salah satu lokasi utama yang ditetapkan Wali Kota Kendari, dengan menghadirkan unsur Forkopimda, pimpinan BUMN/BUMD, asosiasi hotel dan restoran, LSM, komunitas lingkungan, serta forum anak.
“Semua elemen kita gerakkan. Harapannya, kerja bakti ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar mengubah kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan kota,” tutupnya.
Laporan: Hani
Editor: UL










