Kendari, Sultrademo.co – Upaya mewujudkan Kota Kendari yang bersih dan berbudaya mendapat inspirasi baru dari Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali. Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, bersama jajaran camat dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, melakukan kunjungan langsung ke desa yang dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia tersebut.
Rombongan Pemkot Kendari disambut hangat oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bangli, I Dewa Agung Putu Purnama, S.STP, serta tokoh masyarakat Penglipuran, I Ketut Budiarsih. Dalam kunjungan itu, rombongan berkesempatan menelusuri jalan-jalan utama desa, melihat penataan ruang, dan memahami sistem pengelolaan sampah yang berbasis partisipasi masyarakat.
“Desa Penglipuran menjadi contoh bahwa kebersihan bukan hanya soal fasilitas, tetapi budaya. Kami ingin semangat ini menjadi inspirasi bagi masyarakat Kendari,” ujar Wali Kota Siska Karina Imran, Rabu, (22/10/2025).
Menurut I Dewa Agung Putu Purnama, keberhasilan Penglipuran dalam mempertahankan predikat desa terbersih tak lepas dari inovasi masyarakat, seperti Gerakan Serentak Pemilahan Plastik (Gertak Plastik), Arisan Sampah oleh PKK, dan kerja sama Bank Sampah dengan sektor swasta. Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah, adat, dan warga menjadi kunci keberlanjutan program tersebut.
“Kesadaran menjaga kebersihan tumbuh dari pembiasaan dan keteladanan. Di sini, masyarakat mencintai kebersihan karena itu bagian dari jati diri mereka,” jelasnya.
Tokoh masyarakat I Ketut Budiarsih menambahkan, budaya bersih di Penglipuran lahir dari empat nilai utama: gotong royong, kerja sama, rasa memiliki, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang menjadikan desa seluas 112 hektare tersebut tidak hanya indah, tetapi juga bernilai moral tinggi.
Dikenal dunia sejak 2016 setelah menempati posisi ketiga desa terbersih versi Green Destinations Foundation, Penglipuran kembali mengharumkan nama Indonesia pada 2023 dengan penghargaan Best Tourism Villages 2023 dari UNWTO.
Melihat keberhasilan itu, Pemkot Kendari berencana mengadaptasi konsep budaya bersih dan tata kelola lingkungan ala Penglipuran dalam program kebersihan kota di masa mendatang.
Laporan : Hani
Editor : UL









