MKendari, Sultrademo.co – Suasana aksi damai yang digelar di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (1/9/2025), turut diwarnai lantang suara Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) HAMI Sultra, Andri Darmawan.
Lewat orasinya, ia menegaskan bahwa agenda yang dibawa massa aksi merupakan perjuangan tanpa kekerasan dan murni menyuarakan aspirasi rakyat.
“Kita satu agenda bahwa aksi ini, aksi damai tanpa kekerasan. Saya datang di sini untuk memastikan bahwa tuntutan kita harus disahuti oleh pemerintah,” tegas Andri.
Ia menilai kondisi rakyat saat ini semakin terhimpit, sementara para pejabat justru terlena dengan fasilitas jabatan dan kenyamanan kekuasaan.
“Sudah banyak rakyat yang menderita. Di tengah kerusuhan rakyat kali ini, pemerintah dan pejabatnya bersenang-senang dengan jabatan dan kekuasaan. Menikmati gaji yang begitu banyak, jadi saya berharap perhatian dari kita semua,” ujarnya di hadapan peserta aksi.
Andri juga menyinggung peristiwa tragis yang menimpa seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang meninggal akibat terlindas mobil aparat. Menurutnya, kasus tersebut harus diusut tuntas secara transparan.
“Termasuk kemarin ada saudara kita, seorang ojol, Affan Kurniawan, yang meninggal terlindas mobil aparat. Hari ini kita menuntut agar dilakukan proses hukum yang benar. Jangan ada yang ditutup-tutupi, jangan sampai sama seperti kasus Randi dan Yusuf kemarin yang tidak jelas penanganannya,” tegasnya lagi.
Ia menutup orasinya dengan ajakan untuk terus menjaga semangat perjuangan. “Teman-teman semua, kita bersama-sama satu tujuan memperjuangkan hak rakyat yang tertindas,” tutup Andri dengan suara berapi-api yang disambut sorakan massa aksi.
Laporan: Arini Triana Suci R
Editor : UL










