Koltim Gagas “Listrik Masuk Sawah” untuk Tekan Biaya Produksi Petani

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Koltim, Ridwan saat diwawancarai dikantor Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Koltim. Foto: Arini

Kolaka Timur, Sultrademo.co – Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) meluncurkan program elektrifikasi pertanian melalui skema Agriculture Bundling Package atau yang dikenal dengan “Listrik Masuk Sawah”. Program hasil kerja sama dengan PLN Pusat ini menjadi yang pertama di Sulawesi Tenggara.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Koltim, Ridwan, mengatakan program ini akan diterapkan di 57 lokasi sawah yang tersebar di berbagai kecamatan. Inisiatif ini bertujuan mengurangi ketergantungan petani terhadap mesin berbahan bakar minyak (BBM) yang memiliki biaya operasional tinggi.

Bacaan Lainnya
 

“Dengan penggunaan tenaga listrik, biaya produksi lebih hemat dan diharapkan dapat meningkatkan hasil panen. Jika sebelumnya petani hanya bisa panen sekali dalam setahun dengan sistem pengairan konvensional, kini dengan pompa listrik produksi padi bisa lebih optimal,” ujar Ridwan, Minggu (1/2/2025).

Menurut Ridwan, salah satu kendala utama yang dihadapi petani adalah akses energi untuk pengadaan sumur bor. Selama ini, petani mengandalkan BBM yang tidak hanya mahal tetapi juga sulit didapat. Program “Listrik Masuk Sawah” menawarkan solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Kami memprioritaskan penerapan program ini di seluruh kecamatan yang memiliki lahan sawah. Ke depan, harapannya seluruh wilayah pertanian di Koltim bisa merasakan manfaat elektrifikasi ini,” katanya.

Program ini juga sejalan dengan kebijakan modernisasi pertanian yang tengah didorong oleh Kementerian Pertanian RI. Dengan mekanisasi yang lebih maju, Koltim diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pangan secara berkelanjutan.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci Rahmadani
Editor: Muhammad Sulhijah

Pos terkait