Komitmen Tanggulangi Stunting, Pemkot Kendari Luncurkan Program GENTING

Kendari, Sultrademo.co – Peluncuran Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kota Kendari merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menanggulangi masalah stunting yang menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Diklat Perwakilan BKKBN Sulawesi Tenggara ini mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai sektor untuk mencegah stunting.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Kendari, Andi Dajeng, menekankan bahwa stunting merupakan isu strategis nasional yang memiliki dampak serius terhadap kesehatan anak serta masa depan generasi penerus bangsa.

“Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Kendari, tercatat ada 516 anak yang mengalami stunting, atau sekitar 2% dari total populasi anak di Kendari, ” ungkapnya, Senin (23/12/2024).

Berdasarkan data tersebut, Pemerintah terus melakukan beberapa upaya dalam menekan angka stunting, seperti,
1. Peningkatan fasilitas kesehatan untuk mendukung kebutuhan gizi dan pemantauan kesehatan anak.
2. Melibatkan seluruh sektor masyarakat, pemerintah, dan organisasi dalam upaya mencegah dan menanggulangi stunting.
3. Edukasi masyarakat, khususnya orang tua, untuk memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.

Gerakan Genting juga memperkenalkan program Orang Tua Asuh, yang melibatkan masyarakat secara langsung untuk membantu keluarga yang membutuhkan

“Terutama dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak dari keluarga prasejahtera, ” imbuhnya.

Andi Dajeng menekankan bahwa upaya pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama, dan dengan adanya program ini, diharapkan angka stunting di Kota Kendari dapat terus ditekan, demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait