Kendari, Sultrademo.co – Film berjudul Sengketa Tanah resmi diperkenalkan kepada publik melalui pemutaran perdana yang dihadiri oleh Staf Ahli Pemerintah Kota Kendari, Alda Kasutan Lapae.
Film yang dibintangi Dara dan Mita The Virgin ini dikemas dalam balutan cerita drama dan misteri, sekaligus berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan edukatif bagi masyarakat.
Film ini mengangkat isu pertanahan yang sering terjadi di tengah masyarakat. Melalui alur cerita yang dekat dengan keseharian serta memadukan unsur budaya dan sedikit nuansa mistik, penonton diajak memahami pentingnya kepemilikan dokumen tanah yang sah.
Usai menyaksikan pemutaran tersebut, Alda Kasutan Lapae memberikan apresiasi yang tinggi. Menurutnya, film ini berhasil memadukan unsur hiburan dan edukasi secara seimbang.
“Di balik cerita yang menarik, masyarakat diberikan pemahaman bahwa sertifikat tanah adalah bukti hak kepemilikan yang sah. Dengan memilikinya, lahan tidak mudah disalahgunakan atau dialihkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya, Jumat, (26/06/26).
Ia menambahkan bahwa pendekatan cerita yang dipilih membuat pesan lebih mudah diterima oleh semua kalangan.
Selain memberikan hiburan, film ini juga mengingatkan pentingnya mengetahui riwayat kepemilikan tanah serta menjaga keaslian dokumennya.
Diharapkan kehadiran film ini dapat meningkatkan kesadaran administrasi pertanahan di masyarakat, sehingga potensi sengketa tanah dan praktik mafia tanah dapat ditekan dan diminimalkan ke depannya.
 






