Konawe Selatan Gelar FGD Layanan Darurat 112, Siap Jadi Kabupaten Percontohan di Sultra

Ketgam : Focus Group Discussion (FGD) sekaligus verifikasi implementasi layanan panggilan darurat Call Center 112 di Kantor Dinas Kominfo dan Persandian Konawe Selatan

Konawe Selatan, Sultrademo.co — Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) sekaligus verifikasi implementasi layanan panggilan darurat Call Center 112, Selasa (9/9/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Dinas Kominfo dan Persandian Konawe Selatan, dengan menghadirkan perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi RI), PT. TRADA, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Dinas Kominfo Kota Kendari sebagai pendamping teknis.

Bacaan Lainnya
 

FGD ini menjadi bagian dari persiapan menuju peluncuran resmi layanan 112 di Konawe Selatan pada awal Oktober 2025. Jika terwujud, Konawe Selatan akan menjadi salah satu kabupaten percontohan di Sulawesi Tenggara dalam penerapan nomor tunggal darurat nasional.

Acara menghadirkan dua narasumber utama. Agung Setyo Utomo, PIC Layanan 112 dari Komdigi RI, memaparkan arah kebijakan nasional sekaligus menegaskan dasar hukum layanan 112 sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 10 Tahun 2016.

Menurutnya, layanan ini wajib terintegrasi dengan instansi terkait, mulai dari Polri, Basarnas, BNPB, Kementerian Kesehatan, hingga Dinas Pemadam Kebakaran.

“Layanan 112 bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal koordinasi lintas lembaga agar masyarakat mendapat respon cepat dalam situasi darurat,” ujarnya.

Sementara itu, Hery, S.Si., M.Si, Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Dinas Kominfo Kota Kendari, berbagi pengalaman sukses mengelola layanan serupa di Kota Kendari. Ia menjelaskan integrasi lintas instansi, edukasi publik, hingga penguatan sistem dispatcher berbasis GPS.

Menurut Hery, tantangan terbesar dalam operasional layanan 112 adalah prank call atau panggilan iseng.

“Di Kendari, sempat mencapai 33 persen dari total laporan. Namun melalui sosialisasi masif dan sistem penyaringan, kasus prank call bisa ditekan sehingga layanan benar-benar efektif membantu masyarakat,” jelasnya.

Dengan persiapan matang ini, Pemkab Konawe Selatan optimis layanan 112 dapat segera hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mempercepat respon terhadap keadaan darurat.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait