Kendari, Sultrademo.co — Dalam upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Kendari menggelar kegiatan bertajuk “Temu Bisnis: Tumbuh Bersama Melalui Kolaborasi Inovatif”.
Kegiatan ini bertujuan membangun ekosistem industri daerah yang berdaya saing menuju Kota Kendari yang semakin maju, adil, sejahtera, dan berkelanjutan di salah satu hotel di Kota Kendari, Senin, (27/10/2025).
Kepala Disnakerperin Kota Kendari, Farida Agustina, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mempererat kerja sama antara pemerintah, pelaku industri, dan mitra usaha.
“Kita ingin meningkatkan kolaborasi dengan berbagai mitra usaha dan para pengusaha industri di Kota Kendari, sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang serta dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Farida.
Ia menambahkan, peserta kegiatan ini berasal dari berbagai sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di seluruh wilayah Kota Kendari. Semua pelaku IKM dirangkul untuk ikut serta, karena merekalah yang menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal.
“Harapan kami, para pelaku IKM dapat menjadi IKM yang unggul dan naik kelas. Ke depan mereka diharapkan sukses dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Melalui kegiatan Temu Bisnis ini, Disnakerperin berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi inovatif antar pelaku industri agar tercipta sinergi yang kuat dalam membangun perekonomian daerah yang berkelanjutan.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa sektor industri kecil, menengah, dan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Hal ini disampaikan dalam kegiatan pertemuan bersama para pelaku usaha UMKM yang dihadiri sekitar 300 peserta di Kendari.
Menurut Siska, sektor ini menyumbang 21 persen nilai output industri dan menyerap sekitar 65 persen tenaga kerja di Kota Kendari. Ia menyebut, kontribusi UMKM menjadi faktor utama dalam menjaga kestabilan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kini mencapai sekitar Rp400 miliar per triwulan.
“Kita patut bersyukur karena Kendari merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Tenggara dan memiliki PAD terbesar di wilayah ini. Sumbangsih terbesarnya justru datang dari masyarakat, terutama para pengusaha UMKM,” ujar Siska.
Ia juga menyoroti tantangan ke depan, terutama terkait pengurangan dana transfer pusat ke daerah pada tahun 2026. Karena itu, Pemkot Kendari berkomitmen memperkuat kemandirian ekonomi lokal agar tidak bergantung pada dana pusat.
“Kita harus sabar, kuat, dan terus produktif. Kalau PAD tidak ditopang dari ekonomi daerah, kita tidak bisa mandiri,” tegasnya.
Pemerintah Kota Kendari telah menyiapkan berbagai program pendukung, seperti bantuan modal tanpa bunga dan tanpa agunan melalui Dinas DPkU, serta pelatihan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha berbasis keterampilan lokal.
Siska juga menegaskan pentingnya sinergi antara perangkat daerah seperti Disnaker, DPkU, Disperindag, dan Disparekraf, serta kolaborasi dengan KADIN dan HIPMI dalam mendorong UMKM naik kelas.
Laporan : Hani
Editor : UL









