Mahasiswa, Wartawan, dan Dosen Pemantau SulTraDeMo Siap Kawal Pemilu

  • Whatsapp

Kendari, SultraDemoNews- Seiring dengan bertambahnya angka partisipasi masyarakat terhadapa hadirnya satu satunya lembaga pemantau pemilu lokal terakreditasi di Bawaslu RI, Sulawesi Tenggara Demokrasi Monitoring (SulTra DeMo) terus fokus melakukan Voter Education sampai pada hari pemungutan suara 17 April 2019.

Setelah beberapa pekan lalu, SulTraDeMo menyerahkan nama-nama pemantau dari kalangan mahasiswa, pekan depan SulTraDeMo bakal kembali menyetorkan nama-nama dari kalangan wartawan pemantau, Dosen Pemantau dan Advokat Pemantau Pemilu.

Bacaan Lainnya

Direktur Eksekutif SulTraDeMo, Arafat didampingi 7 presidium lainnya, antara lain, Zam Zam Zaid, Krisni Dinamita, Suparman, Dr. Haslita, Aksa SE, Zainal Abidin dihadapan awak media mengungkapkan, jika masih memungkinkan SultraDeMo akan menggalang lagi beberapa komunitas strategis untuk meningkatkan ruang partisipasi pemilu.

Presidum SulTraDeMo,  Zam Zam Zaid,  Zainal Abidin,  Aksa,  dan Arafat.

Untuk saat ini, pemantau yang sudah dimasukan ke Bawaslu adalah mahasiswa pemantau pemilu SulTraDeMo berjumlah 78 orang, terdiri dari 44 laki-laki dan 34 perempuan serta tersebar di 14 kab kota. Pihaknya masih akan masukan tambahan struktur di tingkat provinsi dan kab/kota se Sultra.

Untuk Advokat Pemantau Pemilu, dan Wartawan Pemantau Pemilu SulTraDeMo, pihaknya akan memasukan minggu depan sambil menunggu komunitas dan masyarakat lainnya bergabung.

“Selama ini kami fokus sosialisasi pendidikan pemilih pada delapan titik, dengan total sasaran 1600 orang. Setiap titiknya 200 orang dan itu sudah tuntas hari ini. Dan Insya Allah tahap kedua untuk rekruitmen pemantau kami akan masukan data tambahan baik mahasiswa, Wartawan, dosen yang sementara kami rekap,” katanya saat Conferensi Pers.

Sebagai pemantau, lanjutnya, dan sebagai penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU Provinsi Sultra, serta Bawaslu Sultra sebagai Pengawas pemilu dituntut tanggung jawab bersama sesuai dengan infrastruktur kelembagaan dan sesuai dengan tingkatannya.

Khusus sampai pada tingkat TPS, mengingat tahapan krusial dengan waktu yang semakin dekat yaitu daftar pemilih, logistik, kampanye dan pungut hitung. Maka pihaknya mengimbau KPU dan Bawaslu Sultra senantiasa memberikan penguatan kapasitas dan pemahaman regulasi secara teknis pada KPPS.

Direktur Eksekutif SulTraDeMo,  Arafat,  SE.,MM saat membuka Sosialisasi Pendidikan Pemilih segmen daerah partisipasi terendah. 

Selanjutnya, tambah mantan Ketua Bawaslu Kota Kendari ini, Bawaslu senantiasa memberikan penguatan kapasitas dan pemahaman regulasi pada Pengawas TPS dengan mengutamakan fungsi pencegahan dari pada penindakan, sebab pintu masalah berawal dari tingkatan TPS.

“Dan SulTraDeMo sebagai pemantau, menghimbau kepada seluruh relawan dan masyarakat Sulawesi Tenggara untuk berpartisipasi mengawasi penyelenggara pemilu KPU dan Bawaslu, mengawasi Aparatur Sipil Negara (ASN), dan melaporkan setiap pelanggaran pemilu kepada Bawaslu sesuai dengan tingkatannya dan atau rumah pengaduan penyelenggara pemilu yang akan dibuat 17 kab/kota,” katanya.

Ditambahkannya, sebelum 17 April Mendatang, pihaknya memastikan akan membentuk rumah pengaduan di 17 kabupaten/kota untuk membantu serta menyerahkan kewenangan penanganan kepada Bawaslu.

“Ini adalah wujud gerakan masyarakat sipil menuju akuntabiltas pemilu,” tutupnya.

  • Whatsapp

Pos terkait