Kendari, Sultrademo.co — Pemerintah Kota Kendari bersama santri Pondok Baitul Muslimin Wanggu Lepo-Lepo menggelar kerja bakti pengecatan median jalan di Jalan Dr. Sam Ratulangi, sebagai upaya sederhana namun nyata dalam memperindah wajah kota.
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Bidang Teknologi Informasi, Komunikasi, dan Persandian (TIK) Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari serta para santri yang dipimpin oleh KH Maulana Ahmad Zaqi. Mereka bersama-sama mengecat median jalan yang sebelumnya tampak kusam menjadi lebih bersih dan rapi.
Kepala Bidang TIK Dinas Kominfo Kota Kendari, Alim Rawis, mengatakan bahwa kerja bakti ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan kota.
“Ini bukan sekadar kerja bakti, tetapi wujud sinergi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu keterlibatan masyarakat untuk menjaga dan memperindah lingkungan kota,” ujarnya, Kamis, (23/04/26).
Menurut Alim, keterlibatan masyarakat secara langsung penting untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas publik. Dengan demikian, kesadaran untuk merawat lingkungan dapat tumbuh secara alami.
Selain itu, keikutsertaan para santri dinilai memberikan nilai edukatif. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas yang menanamkan semangat gotong royong serta kepedulian terhadap lingkungan.
Pimpinan Pondok Baitul Muslimin, KH Maulana Ahmad Zaqi, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi ini sejalan dengan nilai pendidikan pesantren yang mendorong santri untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat.
“Ini bagian dari pembelajaran bagi santri, agar mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kerja bakti tampak penuh kebersamaan. Para peserta tetap antusias menyelesaikan pengecatan meskipun di bawah terik matahari. Hasilnya, median jalan kini terlihat lebih segar dan tertata.
Pemerintah Kota Kendari berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai titik kota. Selain itu, keterlibatan lebih luas dari pondok pesantren dan remaja masjid diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Upaya ini menjadi bukti bahwa pembangunan kota tidak selalu bergantung pada proyek besar dan anggaran tinggi. Dengan kolaborasi yang baik, perubahan positif dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana.









