Kendari, Sultrademo.co – Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Rifki Harsya, meresmikan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 25 Kendari, Selasa (26/8/2025). Peresmian tersebut turut dihadiri Wali Kota Kendari dr. Siska Karina Imran, serta Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua.
Pada kesempatan tersebut, Menteri memberikan bantuan perlengkapan sekolah bagi para siswa SRMP 25 Kendari. Ia menegaskan, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program Presiden RI untuk menyetarakan akses pendidikan dan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia Emas 2045.
“Anak-anak Sekolah Rakyat akan dididik agar memiliki daya saing, kreativitas, serta keterampilan sesuai perkembangan zaman. Kami bersama Kementerian Sosial sedang merajut SDM agar mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, hingga global,” ujar Teuku Rifki.
Menteri menyebutkan, terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif yang dapat digeluti generasi muda, mulai dari sektor berbasis budaya, desain, media, hingga digital. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan, 25,5 juta jiwa bekerja di sektor ekonomi kreatif, dan 57 persen di antaranya merupakan generasi muda di bawah 40 tahun.
“Fenomena ini membuktikan bahwa ekonomi kreatif mampu menyerap banyak tenaga kerja, bahkan mengurangi angka pengangguran. Misalnya, seorang afiliator bisa memperoleh penghasilan hingga dua kali UMR hanya dengan 20 hari kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran menyatakan pihaknya mendukung penuh program pemerintah pusat dengan menyiapkan lahan seluas 6,8 hektare di Abeli Dalam untuk pengembangan Sekolah Rakyat. Namun, ia mengakui masih ada kendala administratif.
“Kami berharap Pak Menteri membantu koordinasi dengan Menteri ATR agar administrasi lahan bisa segera tuntas. Sekolah Rakyat ini adalah pilar penting agar tidak ada generasi yang putus sekolah. Masyarakat Kendari harus cerdas, kreatif, dan berdaya saing,” ujar Siska.
Kepala SRMP 25 Kendari, Ferdinan, menambahkan bahwa saat ini sekolah menampung 50 murid yang tinggal di asrama atau wisma sekolah. Semua kebutuhan siswa ditanggung pihak sekolah.
“Dengan dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, kami berharap pembangunan fasilitas di lahan baru segera terealisasi, sehingga Sekolah Rakyat ini semakin bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.
Laporan : Hani
Editor : UL










