Kendari, Sultrademo.co — Pemerintah Kota Kendari terus berkomitmen meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) melalui peluncuran dan sosialisasi Aksi Perubahan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XIX Tahun 2025 yang digelar di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Selasa (28/10/2025).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kendari ini diikuti oleh 12 peserta dan akan berlangsung mulai 7 Juli hingga 5 November 2025 di BKPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara.
Plt Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan kompetensi aparatur untuk mencetak pemimpin yang adaptif dan berdaya saing.
“Tahun ini ada 12 peserta yang mengikuti PKA. Ke depan, kami menargetkan satu kelas penuh berisi 40 peserta agar pelatihan dapat mandiri tanpa bergantung pada peserta dari kabupaten lain,” ujar Alfian.
Ia menegaskan, seluruh pejabat administrator, khususnya camat dan lurah, diwajibkan mengikuti pelatihan serupa di tahun mendatang.
“Tahun depan, 11 camat wajib mengikuti kegiatan ini. Kami minta agar penganggaran untuk pelaksanaan tahun 2026 sudah mulai disiapkan,” tambahnya.
Alfian juga menyinggung pentingnya peningkatan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan formal maupun informal, karena hal itu menjadi salah satu indikator dalam manajemen kinerja ASN. Selain itu, tahun ini BKPSDM Kota Kendari menargetkan pelaksanaan uji kompetensi bagi 754 pegawai.
“Uji kompetensi ini penting, karena tahun depan pelaksanaannya sudah berbayar. Jadi, seluruh pejabat administrator, pengawas, camat, dan lurah wajib ikut sebelum Desember,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, dalam sambutannya menekankan bahwa pelatihan PKA bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sarana strategis membentuk ASN yang inovatif dan siap menghadapi tantangan perubahan birokrasi.
“PKA ini bukan hanya tentang belajar, tapi membentuk aparatur yang mampu menjadi agen perubahan. ASN tidak cukup hanya melaksanakan tugas rutin, tetapi harus membawa solusi dan inovasi nyata bagi masyarakat,” ujar Sudirman.
Ia berharap hasil dari aksi perubahan yang dihasilkan para peserta dapat diterapkan langsung di lingkungan kerja masing-masing dan memberi dampak positif bagi pelayanan publik di Kota Kendari.
“Aksi perubahan ini bukan proyek individu, tetapi kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat. Mari jadikan inovasi sebagai budaya kerja baru yang profesional, adaptif, dan berorientasi pelayanan,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Sudirman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan ini.
“Semoga langkah bersama ini mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berdaya saing menuju Kendari yang lebih maju,” pungkasnya.
Laporan : Hani
Editor : UL









