Konawe, Sultrademo.co – Wilayah pinggiran Sungai Konaweeha di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menjadi fokus perhatian dalam upaya mitigasi bencana alam. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, wilayah ini memiliki risiko tinggi terhadap bencana alam, terutama banjir dan longsor.
Menyikapi hal ini, anggota DPRD Kabupaten Konawe, Nuriyadin Tombili, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau agar masyarakat waspada dan siap menghadapi kemungkinan terburuk, terutama saat musim hujan,” ujar Nuriyadin saat melakukan kunjungan di Desa Muasa Sampara, Kecamatan Kapoiala, Minggu (10/3/2024)
Menurutnya, mitigasi bencana alam menjadi kunci dalam mengurangi dampak yang ditimbulkan. Ia menguraiakan beberapa prinsip mitigasi yang bencana perlu diterapkan
Pertama, Pemetaan Risiko
Menurutnya dengan pemetaan wilayah yang rentan terhadap bencana alam bertujuan untuk mengetahui potensi kerentanannya.
Kedua, Penyuluhan dan Edukasi
Mengedukasi masyarakat agar mengetahui tentang bahaya bencana alam dan cara menghadapinya secara benar.
Ketiga, Pengembangan Sistem Peringatan Dini
“Membangun sistem peringatan dini yang efektif untuk memberi waktu yang cukup bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri,” ungkapnya
Keempat, Pembangunan Infrastruktur Tahan Bencana
Membangun infrastruktur yang tahan terhadap bencana, seperti tanggul, jembatan, dan bangunan bertingkat.
Kelima, Pengelolaan Lingkungan
“Melakukan pengelolaan lingkungan yang baik untuk mengurangi risiko bencana alam, seperti penghijauan dan pengendalian erosi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Nuryadin menambahkan, pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat infrastruktur yang ada guna mengurangi dampak bencana alam di wilayah ini.
“Dengan kesadaran dan langkah-langkah mitigasi yang tepat, diharapkan masyarakat di wilayah pinggiran Sungai Konaweeha dapat lebih siap dan tanggap menghadapi ancaman bencana alam yang mungkin terjadi,” tandasnya.










