Panggilan ke Call Center 112 Kendari Capai Hampir 2.000 Kali, Gangguan Listrik Jadi Laporan Terbanyak

Ketgam : Layanan Call Center 112 Pemkot Kendari

Kendari, Sultrademo.co – Lonjakan panggilan darurat ke Call Center 112 Kota Kendari terus menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam melaporkan berbagai kejadian di lapangan.

Selama Oktober 2025, tercatat hampir 2.000 panggilan diterima layanan darurat milik Pemerintah Kota Kendari ini, dengan sebagian besar laporan berkaitan dengan gangguan listrik dan fasilitas umum.

Bacaan Lainnya
 

Menurut data Dinas Kominfo Kota Kendari, total 1.989 panggilan masuk diterima sepanjang bulan Oktober. Dari jumlah tersebut, 1.063 panggilan dinyatakan valid, sementara 627 panggilan dikategorikan tidak valid atau panggilan iseng, dan 299 panggilan tidak terjawab.

Sebanyak 97 tiket laporan resmi dibuat oleh petugas, dengan 58 laporan sudah ditindaklanjuti dan 39 laporan masih dalam proses. PLN menjadi instansi yang paling banyak menerima laporan, yakni 22 kasus, disusul Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) sebanyak 19 laporan, Dinas Perhubungan 13 laporan, serta Satpol PP dan BPBD masing-masing 11 laporan.

Jenis kejadian yang paling sering dilaporkan warga di antaranya gangguan listrik PLN sebanyak 20 laporan, serta perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU) sebanyak 13 laporan. Selain itu, masyarakat juga banyak melaporkan masalah keamanan, gangguan ketertiban, hewan buas, hingga kejadian kebakaran dan tanah longsor.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto, mengatakan data bulanan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi efektivitas sistem Call Center 112 sebagai layanan darurat terpadu di kota tersebut.

“Kami terus memperkuat sistem respon cepat dan koordinasi lintas instansi. Call Center 112 bukan hanya untuk keadaan darurat, tetapi juga sarana komunikasi langsung antara warga dan pemerintah dalam situasi mendesak,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi BPBD dan Dinas PUPR yang mencatat penyelesaian laporan mencapai 100 persen, serta mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panggilan palsu yang bisa menghambat penanganan kasus darurat sebenarnya.

“Setiap laporan harus digunakan secara bertanggung jawab karena layanan ini menyangkut keselamatan warga,” tegas Sahuriyanto.

Secara keseluruhan, tingkat kualitas layanan Call Center 112 selama Oktober 2025 mencapai 85 persen, menunjukkan peningkatan signifikan dibanding bulan sebelumnya. Pemerintah Kota Kendari berharap sistem ini dapat terus berkembang menjadi layanan tanggap darurat yang lebih efektif, cepat, dan terkoordinasi untuk mendukung keselamatan masyarakat.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait