Pemerintah Kota Kendari dan BWS Sulawesi IV Bahas Sinkronisasi Penyediaan Air Baku

Ketgam : Rapat koordinasi dan sinkronisasi kegiatan penyediaan air baku untuk kebutuhan air bersih di Kota Kendari berlangsung di Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari

Kendari, Sultrademo.co — Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengikuti rapat koordinasi dan sinkronisasi kegiatan penyediaan air baku untuk kebutuhan air bersih di Kota Kendari. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, dan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan terkait, Jumat (29/9/2025).

Kepala BWS Sulawesi IV Kendari, Muhammad Harliansyah, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa penyediaan air bersih di Kota Kendari masih menghadapi berbagai tantangan meskipun potensi sumber air permukaan tergolong melimpah. Berdasarkan hasil evaluasi lapangan, distribusi air bersih belum berjalan optimal karena permasalahan jaringan, kerusakan infrastruktur, serta tingginya ketergantungan masyarakat terhadap air tanah.

Bacaan Lainnya
 

“Secara regulasi, kebutuhan air masyarakat seharusnya dipenuhi dari air permukaan, sementara air tanah digunakan sebagai alternatif terakhir. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan sebaliknya,” ujar Harliansyah.

Ia juga mengungkapkan adanya ketidakseimbangan antara kapasitas produksi air dengan jumlah air yang benar-benar terdistribusi ke masyarakat. Sebagai contoh, dari salah satu intake dengan kapasitas produksi 410 liter per detik, hanya sekitar 173 liter per detik yang dapat sampai ke masyarakat.

Hal ini mengindikasikan adanya kebocoran hingga mencapai 70 persen, yang disebabkan oleh usia infrastruktur serta kemungkinan adanya pengambilan air secara ilegal di jalur distribusi.

Lebih lanjut, Harliansyah menyebutkan beberapa fasilitas intake yang sebelumnya dibangun dengan investasi besar kini tidak lagi beroperasi secara optimal.

“Salah satunya adalah intake Mata Bondu yang telah berhenti beroperasi sejak tahun 2023 akibat kerusakan teknis, termasuk kerusakan pada kubikel listrik serta belum tersedianya instalasi pengolahan air (WTP) yang memadai, ” tambahnya.

Upaya revitalisasi jaringan air juga mengalami hambatan akibat kurangnya sinkronisasi antarlembaga. Diketahui bahwa sejumlah jaringan pipa yang telah dibangun tidak dapat dimanfaatkan karena belum terhubung dengan sumber air baku atau fasilitas pengolahan yang layak.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan adanya peningkatan sinergi dan sinkronisasi antarinstansi dalam rangka mendukung optimalisasi penyediaan air bersih bagi masyarakat Kota Kendari secara berkelanjutan.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait