Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat langkah pencegahan dan penurunan angka stunting. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari, Jahudding, menyampaikan, salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah rapat bersama seluruh stakeholder dan OPD terkait untuk menyamakan persepsi dalam penanganan keluarga berisiko stunting.
“Berdasarkan pendataan rutin tahunan, di Kota Kendari terdapat 1.018 keluarga yang masuk kategori berisiko stunting. Inilah yang menjadi fokus utama kita dalam melakukan intervensi, baik secara spesifik maupun sensitif,” ujar Jahudding, Senin (2/6/2025)
Ada enam indikator yang membuat keluarga masuk kategori berisiko stunting, yaitu sanitasi tidak layak, keterbatasan akses air bersih, serta faktor “4 Terlalu” — terlalu muda sudah hamil, terlalu tua masih hamil, terlalu banyak anak, dan jarak kelahiran terlalu rapat. Faktor-faktor ini, jika tidak diintervensi dengan edukasi dan pendampingan yang tepat, akan memicu lahirnya generasi baru dengan risiko stunting.
Sebagai terobosan, Pemkot Kendari meluncurkan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Intervensi Stunting). Melalui program ini, masyarakat yang mampu diharapkan mau menjadi pendamping bagi keluarga berisiko stunting maupun yang sudah mengalami stunting.
“Kalau dulu kita kenal istilah Persaudaraan Madani, sekarang kita sebut Orang Tua asuh. Konsepnya, masyarakat yang mampu menjadi orang tua asuh bagi keluarga yang memerlukan pendampingan,” jelas Jahudding.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen dukungan terhadap program GENTING. Jahudding menyebut, program ini telah menunjukkan hasil positif, di mana berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, angka stunting di Kota Kendari mengalami penurunan.
“Alhamdulillah terjadi penurunan, tapi kita tidak boleh puas. Upaya harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar target nasional prevalensi stunting 14% dapat tercapai,” tegas Jahudding.
Pemkot Kendari berharap seluruh elemen masyarakat turut mendukung program ini demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Laporan: Nurhani Hamid
Editor: Muhammad Sulhijah
 






