Pemkot Kendari Panen Raya di Amohalo, Langkah Nyata Jaga Stabilitas Harga Beras

Ketgam : Panen raya padi sawah musim tanam kedua di kawasan persawahan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat upaya ketahanan pangan daerah melalui panen raya padi sawah musim tanam kedua di kawasan persawahan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Rabu (8/10/2025).

Tak hanya menjadi ajang panen hasil bumi, kegiatan ini juga menandai langkah konkret Pemkot dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

Bacaan Lainnya
 

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa keberhasilan panen ini merupakan bukti sinergi kuat antara pemerintah, petani, dan berbagai pihak terkait seperti Bank Indonesia, Bulog, BPN, dan BMKG.

“Stabilitas harga beras yang kita nikmati saat ini merupakan hasil kerja keras petani kita semua. Dengan menjaga harga tetap seimbang, masyarakat dan pedagang sama-sama diuntungkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Makmur, melaporkan bahwa panen pada musim tanam kedua ini mencakup lahan seluas 320 hektar, dengan hasil produksi rata-rata 5,5 ton gabah kering panen per hektar. Varietas yang dibudidayakan antara lain Inpari 32, Ciherang, Kopit, dan Mekongga.

Makmur menambahkan, pihaknya menargetkan peningkatan indeks pertanaman (IP) dari dua kali menjadi tiga kali tanam per tahun mulai 2026, melalui rehabilitasi saluran irigasi, pengawasan pupuk bersubsidi sebanyak 270.000 kg, dan pelatihan peningkatan kapasitas petani.

Sebagai bentuk dukungan, Wali Kota Kendari juga menyerahkan dua unit traktor empat roda bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara. Ia pun menanggapi keluhan petani terkait akses jalan menuju area persawahan.

“Masalah utama itu jalan. Tahun depan kita akan aspal sepanjang tiga kilometer menuju Amohalo,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah berencana mengaktifkan kembali penggilingan padi di kawasan tersebut untuk memudahkan petani mengolah hasil panen dan menjaga mutu gabah sesuai standar Bulog.

Wali Kota dan Dinas Pertanian berharap langkah-langkah ini dapat memperkuat kemandirian pangan lokal dan menurunkan potensi inflasi di Kota Kendari yang kini menjadi daerah dengan inflasi terendah di Sulawesi Tenggara.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait