Kendari, Sultrademo.co – Upaya penanganan kawasan kumuh di Kota Kendari terus berlanjut. Kali ini, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan menggelar seminar penyusunan Detil Engineering Design (DED) untuk kawasan kumuh di RT 05 dan RT 06 RW 03, Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Jumat (19/9/2025).
Kegiatan yang melibatkan perangkat daerah terkait serta konsultan perencanaan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan. Ia menegaskan pentingnya DED sebagai langkah awal agar penanganan kawasan kumuh dilakukan secara terarah, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Sekda, persoalan kawasan kumuh tidak semata menyangkut fisik bangunan, melainkan juga menyentuh aspek sosial, budaya, dan sejarah.
“Karena itu, perencanaan harus mengintegrasikan pendekatan teknis dengan penguatan identitas kota,” ungkap Amir Hasan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Kendari, Satria Damayanti, menambahkan bahwa sesuai Keputusan Wali Kota Kendari Nomor 62 Tahun 2023, terdapat 28 kawasan kumuh yang tersebar di berbagai titik.
“Beberapa sudah dalam proses penanganan, sementara sisanya masih memerlukan perhatian serius,” ujarnya.
Dengan adanya DED ini, Pemkot Kendari berharap kawasan Poasia dan sekitarnya dapat tertata lebih baik, sekaligus menjadi ruang hidup yang layak dan mendukung visi pembangunan kota.
Laporan : Hani
Editor : UL










