Kendari, Sultrademo.co – Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir berkesempatan menghadiri acara pengukuhan Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Kendari masa bakti 2022-2027 yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari.
Pengukuhan dilakukan Musadar Mapasomba mewakili Ketua Umum IPHI Sulawesi Tenggara Lukman Abunawas.
Usai mengambil sumpah, mantan Ketua IPHI Kota Kendari ini menyerahkan bendera pataka pada Ketua IPHI yang baru dikukuhkan yakni dr. Sukirman.
Mewakili Ketua IPHI Sultra Musadar Mapasomba mengatakan haji mabrur merupakan salah satu tiket masuk surga, sehingga tiket ini harus selalu dirawat agar tidak kadaluarsa.
Sungguh-sungguh kita mengerahkan semua potensi untuk merawat kemabruran haji itu sehingga tergolong kita orang yang menunaikan ibadah haji dan mendapatkan ganjaran sebagai haji yang mabrur,” ungkap mantan Wakil Wali Kota Kendari ini.
Dia juga mengajak IPHI Kota Kendari untuk bersinergi dengan IPHI Sulawesi Tenggara karena Kota Kendari yang telah memulai pengukuhan dan pelantikan.
Sementara itu, mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari Faharudin menjelaskan, keberadaan IPHI sangat membantu peran Kemenag dalam melakukan bimbingan, pembinaan dan penyuluhan bagi calon jemaah haji.
“IPHI ini sangat membantu Kementerian Agama kalau kita jalan sesuai motto sesuai dengan tujuan IPHI sementara Kementerian Agama masih banyak pekerjaannya,” ucapnya, Senin (20/6/2022).
Dia menjelaskan saat ini daftar tunggu jemaah haji Kota Kendari sekira 11 ribu sedangkan daftar tunggu di Sulawesi Tenggara sekira 48 ribu orang jadi masih butuh waktu hingga puluhan tahun untuk naik haji.
Ketua IPHI Kota Kendari dr. Sukirman mengakui merasa berat menjadi ketua IPHI Kota Kendari apalagi dalam pemilihan, dirinya dipaksa menjadi ketua. Menurut dia menyandang status haji saja sudah memiliki tanggungjawab yang berat apalagi sebagai ketua.
“Insya Allah mudah-mudahan dengan dukungan semuanya bisa berjalan lancar dan kita semua mendapat ridho dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ungkapnya.
Disisi lain, Sulkarnain Kadir yang ditemui media berharap pengurus IPHI yang baru saja dilantik dapat mengoptimalkan seluruh potensi yang ada serta menjalankan peran dan tugasnya sebagai pengurus IPHI di Kota Kendari.
“Dengan dikukuhkannya pengurus tadi kita berharap seluruh potensi jamaah haji di Kota Kendari bisa dioptimalkan,” harap Sulkarnain.
Menurut beliau, ibadah haji itu syarat dengan pesan-pesan sosial. Sebab ibadah haji mengajarkan untuk meleburkan seluruh identitas untuk menyatukan berbagai perbedaan.
“Kita semua yang sudah melaksanakan ibadah haji tau betul bagaimana ibadah haji itu mengajarkan kita untuk meleburkan seluruh identitas kita untuk bergabung disana. Tidak ada lagi etnis, bangsa bahkan perbedaan bahasa pun tidak menghalangi kita untuk menyatu,” bebernya.
Semangat itulah yang menurut Wali Kota harus dihadirkan usai melaksanakan ibadah haji sehingga nantinya dapat menjadi teladan, pelopor untuk gerakan sosial di lingkungan masyarakat.
“Inilah semangat yang harus kita hadirkan bagaimana kebermanfaatan, bagaimana setelah haji bisa menjadi teladan, menjadi pelopor untuk gerakan sosial, gerakan lingkungan di masyarakat kita sehingga IPHI ini betul-betul dirasakan apalagi ikatan persaudaraan. Tentu dirajutlah dengan lebih baik supaya bisa menjadi tauladan dan contoh,” tutur Wali Kota.
Untuk diketahui pengurus IPHI Kota Kendari terdiri dari 72 orang yang terbagi pada beberapa bidang.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






