Pilkada Muna, Umar Bonte : Jangan Pilih Pemimpin Kambulete

  • Whatsapp

Raha, Sultrademo.co – Pilkada sentak tujuh kabupaten di Sultra baru akan memasuki tahapan sosialisasi pada November mendatang, namun situasi politik nampak mulai memanas.

Khusus di Kabupaten Muna, saling serang antara figur mulai memanas belum lagi simpatisan dan loyalis masing-masing balon bupati yang saling menghujat dan menjatuhakan jagoan masing-masing.

Bacaan Lainnya

Melihat hal tersebut, Umar Bonte nampaknya tertarik untuk mengomentari Pilkada Muna, sebagai putra kelahiran Muna, Umar Bonte secara pribadi tentu berkewajiban memberikan saran dan masukan, baik kepada calon pemimpin maupun masyarakat Muna.

UB menyarankan, masyarakat dalam memilih pemimpin memperhatikan tiga poin penting.

Pertama, pemimpin mesti cerdas, berahlak dan bertanggung jawab, taat aturan, dapat memenuhi persyaratan sesuai Undang-undang. Kedua pemimpin bukan ahli hutang, dan hoby mengutang. Terakhir dan paling penting pemimpin tidak boleh banyak kambuletenya (pembohong, bahasa daerah Muna).

“Itu paling penting tidak boleh banyak kambuletenya, tidak pembohong, bagaimana mau jadi pemimpin kalau pembohong, sudah pembohong ahli hutang lagi, sudah bohongi rakyat, gadaikan rakyat lagi, ini bahaya,” kata UB, sapaan akrab Umar Bonte.

Saat ditanya bagaimana tanggapan Anggota Dewan Kendari itu terkait hadirnya Rajiun di Muna, Umar Bonte menyebut, tokoh-tokoh di Muna harus banyak belajar dengan tokoh daratan yang cenderung diam namun banyak bekerja, meski tidak semua harus di contoh, namun dalam urusan action Rajiun lama ikut dengan Nur Alam yang ditokohkan bapak pembangunan di Sultra.

Rajiun memiliki mental membangun, cerdas dan tidak protokoler ketika berhadapan dengan masyarakat.

“Sangat dekat dengan masyarakat, sehingga tidak ada yang salah dengan hadirnya Rajiun di Muna, dia lama belajar dan dibimbing Nur Alam, dia punya mental membangun, Rajiun layak jadi pemimpin, ” katanya.

Laporan : Am
Editor : Aliyadin Koteo

Pos terkait