Kendari, Sultrademo.co – Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Sulawesi Tenggara mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap salah satu anggota Banser di Tangerang, Banten, pada 22 September 2025.
Kasatkorwil Banser Sultra, Wawan Suhendra, menyebut peristiwa tersebut bukan hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga mencederai marwah organisasi yang selama ini konsisten menjaga nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan persatuan.
“Kami sangat menyesalkan tindakan kekerasan yang tidak berperikemanusiaan ini. Pengeroyokan terhadap kader Banser di Tangerang adalah tindakan biadab yang harus diusut tuntas oleh aparat penegak hukum. Kami mendesak Kepolisian Republik Indonesia segera menangkap pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Wawan dalam keterangannya, Senin (29/9/2025).
Banser Sultra juga menyampaikan solidaritas dan dukungan penuh kepada keluarga korban serta seluruh kader Banser di Tangerang dan sekitarnya. Menurut Wawan, Banser adalah organisasi cinta damai, tetapi tidak akan tinggal diam menghadapi tindak kekerasan maupun intimidasi.
Ia pun mengimbau seluruh kader Banser di Sultra untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, serta tidak terprovokasi. “Semua langkah harus ditempuh melalui jalur hukum,” ujarnya.
Sebagai benteng Nahdlatul Ulama, Banser menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menghadapi segala bentuk ancaman terhadap persatuan dan keamanan bangsa.
Laporan: Muhammad Sulhijah










