Kendari, Sultrademo.co – Tawa riang puluhan siswa SMP Negeri 5 Kendari memenuhi Aula Samaturu Kantor Wali Kota Kendari pada Kamis (23/10/2025) pagi. Namun di balik suasana ceria itu, mereka diajak merenungkan hal serius — pentingnya saling menghargai dan menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan Sosialisasi Gerakan Stop Kekerasan terhadap Anak (Stop Bullying) Tahun 2025, Pemerintah Kota Kendari berupaya menanamkan kesadaran sejak dini tentang bahaya perundungan.
Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari ini dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kendari, Nismawati.
Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak agar tumbuh kembang mereka berlangsung optimal.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat harus bersama-sama menciptakan ruang yang aman agar mereka tumbuh dengan optimal,” ujar Nismawati dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kasus kekerasan terhadap anak, termasuk perundungan atau bullying, masih sering terjadi dengan berbagai bentuk — mulai dari fisik, verbal, sosial, hingga cyber bullying.
“Dampaknya, tidak hanya menimbulkan luka secara fisik, tetapi juga dapat menyebabkan trauma jangka panjang, ” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Perlindungan Khusus Anak DP3A Kota Kendari, Fenty Effendy, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Peraturan Daerah Kota Kendari Nomor 9 Tahun 2019 tentang Kota Layak Anak.
Melalui kegiatan yang diikuti 60 peserta ini — terdiri dari siswa, guru pendamping, serta narasumber dari unsur pemerintah, kepolisian, dan organisasi masyarakat — Fenty berharap kesadaran pelajar terhadap bahaya kekerasan semakin meningkat.
“Hasil yang kami harapkan adalah berkurangnya kasus perundungan di sekolah dan terciptanya lingkungan belajar yang lebih ramah anak,” ujarnya.
Laporan : Hani
Editor : UL









