Jakarta, Sultrademo.co – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia, menggantikan Muhammad Qodari.
Syahganda dilantik bersama Fadli Tri Hartono yang dipercaya mengisi posisi Wakil Kepala Bakom di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Pengangkatan keduanya ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 106/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Informasi tersebut disampaikan Sekretariat Negara melalui laman resmi Presiden RI. Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo memandu langsung pengucapan sumpah jabatan pejabat yang dilantik.
Syahganda menjadi sosok ketiga yang memimpin Bakom sejak lembaga tersebut dibentuk pada 17 September 2025. Sebelumnya, posisi tersebut diisi Angga Raka Prabowo dan Hasan Nasbi, sebelum kemudian dijabat Muhammad Qodari.
Pergantian tersebut berlangsung bersamaan dengan penataan susunan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Muhammad Qodari yang sebelumnya menjabat Kepala Bakom kini dipercaya sebagai Sekretaris Wantimpres merangkap anggota. Posisi tersebut diberikan melalui Keppres Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Wantimpres.
Dalam susunan baru itu, Pratikno ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres merangkap anggota, sementara Muhammad Hatta Rajasa menjadi Wakil Ketua merangkap anggota.
Latar Belakang Syahganda
Syahganda dikenal sebagai aktivis dan pengamat kebijakan publik. Ia juga pernah aktif dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan dikenal menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
ANTARA mencatat Syahganda pernah ditangkap dan kemudian divonis 10 bulan penjara bersama sejumlah aktivis KAMI pada 2020. Ia menyelesaikan masa hukumannya pada Agustus 2021.
Selain aktivitas advokasi publik, Syahganda juga terlibat dalam kegiatan kajian dan riset. Ia mendirikan GREAT Institute pada Januari 2025.
Kini, sosok yang sebelumnya dikenal sebagai aktivis dan pengamat tersebut mendapat kepercayaan untuk memimpin lembaga yang memiliki tugas strategis dalam komunikasi pemerintah.
Bicara Strategi Komunikasi dan AI
Usai dilantik, Syahganda mengatakan akan mengombinasikan strategi komunikasi pemerintah dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, pendekatan tersebut diperlukan agar pemikiran dan program Presiden Prabowo dapat dipahami masyarakat secara lebih luas.
“Karena yang paling susah ditangkap oleh rakyat itu adalah pikiran Presiden,” kata Syahganda, dikutip dari ANTARA, Jumat (2/10/2026).
Ia juga menyebut komunikasi pemerintah diarahkan menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman publik terhadap kebijakan dan program pemerintah.
Dalam kesempatan lain, Syahganda mengatakan Presiden Prabowo memberikan arahan agar komunikasi pemerintah dapat menjadi alat persatuan nasional.
Dengan posisi barunya, Syahganda kini menghadapi tugas untuk mengelola komunikasi pemerintah di tengah perubahan lanskap informasi yang semakin cepat, termasuk perkembangan teknologi digital dan AI.
 






