Kendari, Sultrademo.co — Akses terhadap sumber belajar digital di Kota Kendari kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada ketersediaan jaringan internet. Melalui kerja sama dengan Rotary Club International, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari menerima bantuan perangkat Teacher in a Box — sebuah perpustakaan digital mandiri yang dapat diakses tanpa kuota maupun sambungan jaringan luar.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh perwakilan Rotary Club International, Pamela C. Davis, dalam kegiatan Rapat Pemangku Kepentingan yang berlangsung di Perpustakaan Kota Kendari, Rabu (30/9/2026). Perangkat tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Rukmana, dan disaksikan oleh Bunda Literasi Kota Kendari.
Teacher in a Box pada dasarnya adalah perpustakaan digital yang beroperasi secara luring (offline). Di dalamnya tersimpan puluhan ribu materi pembelajaran — mulai dari buku digital, video pembelajaran, ensiklopedia, hingga materi pengembangan keterampilan dan pelatihan — yang dapat diakses melalui dua platform, Kolibri maupun RACHEL, tanpa biaya tambahan apa pun.
Cara kerjanya pun sederhana: perangkat ini memancarkan jaringan Wi-Fi lokal yang dapat dijangkau sejauh sekitar 100 meter tanpa penghalang. Warga cukup menghubungkan ponsel, tablet, atau komputer ke jaringan tersebut, dan seluruh materi tersedia untuk dibaca maupun dipelajari secara langsung.
“Kehadiran perangkat ini sangat relevan, terutama bagi sekolah dan masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan sinyal maupun kemampuan membeli paket data,” ujar Rukmana seusai penyerahan.
Menurutnya, selama ini akses sumber belajar digital kerap terhambat oleh ketimpangan ketersediaan infrastruktur jaringan maupun daya beli masyarakat. Teacher in a Box hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut — menghadirkan akses pengetahuan yang setara tanpa harus terhubung ke internet.
“Akses digital tidak harus selalu identik dengan koneksi internet. Sumber pengetahuan juga dapat dihadirkan melalui teknologi yang dapat dijangkau secara langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari membuka akses pemanfaatan perangkat ini secara luas. Pelajar, guru, maupun warga umum yang ingin belajar atau mengenal sistem ini dapat berkunjung langsung ke kantor dinas maupun lokasi penempatan perangkat.
Rukmana berharap fasilitas ini dimanfaatkan secara optimal, sekaligus menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan mitra dalam memperluas jangkauan literasi.
“Kami ingin setiap warga, di mana pun mereka berada, tetap memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” katanya.
 






