Kendari, Sultrademo.co — Pemerintah Kota Kendari terus mengintensifkan upaya penanggulangan stunting melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan menyasar kelompok rentan non-pendidikan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (kategori 3B).
Upaya ini dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk-KB) Kota Kendari, Kamis (7/8), di Aula Disdalduk-KB Kendari.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Disdalduk-KB Kendari, Jahudding, dan dihadiri oleh Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Provinsi Sulawesi Tenggara, BKKBN Perwakilan Sultra, serta para penyuluh dan kepala UPTD se-Kota Kendari.
“Kami menghadirkan seluruh stakeholder untuk berdiskusi dan menerima informasi penting terkait pelaksanaan MBG untuk kategori non-pendidikan 3B. Ini penting untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kendari,” ujar Jahudding.
Saat ini, terdapat empat SPPG yang telah beroperasi di Kendari. Dalam waktu dekat, delapan SPPG tambahan akan segera diaktifkan, sehingga total akan ada 12 SPPG di kota ini. Namun dari empat yang sudah aktif, hanya tiga yang memberikan pelayanan bagi kategori 3B dengan total penerima manfaat sekitar 500 orang.
“Data tambahan penerima MBG kategori 3B sudah kami siapkan. Tinggal menunggu operasional SPPG berikutnya,” kata Jahudding. Ia menambahkan, sasaran utama program ini adalah keluarga yang berisiko tinggi terhadap stunting, dengan target menurunkan angka stunting menjadi 14 persen, sesuai target nasional.
Sementara itu, Kepala Regional SPPG Sulawesi Tenggara, Rifani Agnes Eka Wahyuni, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Badan Gizi Nasional (BGN) khusus untuk wilayah Kota Kendari.
“Kami mengapresiasi dukungan luar biasa dari Disdalduk-KB Kota Kendari, khususnya Kepala Dinas Jahudding. Kerja sama ini sangat vital dalam mempercepat pelaksanaan program MBG,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kuota penerima manfaat kategori 3B untuk wilayah Sultra mencapai 4.000 orang. Saat ini, sudah ada 19 SPPG yang tersebar di 15 kabupaten/kota, sementara dua kabupaten lainnya—Konawe Kepulauan (Konkep) dan Buton Utara (Butur)—masih dalam tahap persiapan.
“Target kami pada bulan Agustus ini minimal satu SPPG bisa beroperasi di dua kabupaten yang belum terjangkau. Kami berharap jumlah SPPG di Sultra bisa ditingkatkan hingga mencapai 30 persen dari target 323 SPPG yang dibutuhkan,” jelas Rifani.
Namun, ia mengakui bahwa tantangan masih ada, terutama dalam memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP), petunjuk teknis (juknis), serta kesiapan sarana prasarana dan kendaraan distribusi.
“Ketiga komponen ini—sarana, alat, dan transportasi—harus dipastikan siap agar pelaksanaan program MBG tidak terkendala di lapangan,” pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis menjadi andalan Pemkot Kendari dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan, terutama dengan menjangkau kelompok rentan di luar lingkup pendidikan formal.
Laporan : Hani
Editor : UL










