Kendari, Sultrademo.co — Kegiatan talk show seputar remaja bertema “Cegah Kawin Anak dan Gas Nikah” menjadi hangat dan penuh makna ketika dua tokoh nasional, Habib Husein Ja’far Al-Hadar dan Alissa Wahid, memperkenalkan filosofi di balik “Tepuk Sakinah” — sebuah seruan positif yang mengajak remaja untuk tidak tergesa-gesa menikah.
Acara ini digelar di Booth Keluarga Sakinah, arena STQH Nasional XXVIII di Tugu Persatuan, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Kamis (16/10/2025).
Dengan gaya khasnya yang semangat dan menghibur, Habib Ja’far memimpin langsung para peserta melakukan Tepuk Sakinah sambil menyerukan:
“Berpasangan–berpasangan–berpasangan!
Janji kokoh–janji kokoh–janji kokoh!
Saling cinta, saling sayang, saling hormat, saling jaga, saling ridho!
Musyawarah untuk Sakinah!”
Sorak dan tawa peserta menggema di arena, namun pesan moral yang disampaikan justru sangat mendalam.
“Sakinah itu berarti tenang, bukan tergesa,” ujar Habib Ja’far.
“Banyak remaja terburu-buru menikah karena tekanan sosial atau tren. Padahal, kesiapan jauh lebih penting daripada sekadar status.”
Menurutnya, Tepuk Sakinah mengajarkan bahwa perjalanan menuju pernikahan harus dilandasi kedewasaan, bukan keinginan sesaat. Remaja yang “Sakinah” adalah mereka yang mampu menata diri, memperkuat ilmu, dan menyiapkan masa depan sebelum mengambil keputusan besar dalam hidup.
Sementara itu, Alissa Wahid, Koordinator Gusdurian Network Indonesia, menambahkan bahwa Tepuk Sakinah bukan sekadar ajakan simbolik, tetapi juga gerakan sosial untuk membangun budaya keluarga yang sehat dan penuh kasih.
“Sakinah itu bukan soal menikah cepat, tapi tentang membangun rumah tangga yang damai dan setara. Kalau belum siap secara emosional dan ekonomi, lebih baik tumbuh dulu sampai matang,” jelasnya.
Alissa juga menyoroti tren “Gas Nikah” di media sosial yang sering memengaruhi remaja untuk menikah muda tanpa pertimbangan matang. Menurutnya, pesan Tepuk Sakinah sangat relevan di era digital ini.
“Menunda menikah bukan berarti menolak cinta. Justru menunggu waktu terbaik ketika cinta sudah siap dijalani dengan tanggung jawab,” katanya.
Talk show ini ditutup dengan seluruh peserta melakukan Tepuk Sakinah bersama-sama. Sorakan serempak “Musyawarah untuk Sakinah!” menggema di ruangan, menjadi simbol semangat baru bagi remaja untuk menjalani hidup dengan ketenangan, kesiapan, dan kesadaran dalam membangun masa depan.
Laporan: Nur Mina (Magang)









