Kendari, Sultrademo.co – Universitas Halu Oleo (UHO) kembali mencatatkan momen penting dalam perjalanan akademiknya dengan menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda Periode Juli–Oktober 2025 di Auditorium Mokodompit, Rabu (5/11/2025). Sebanyak 744 wisudawan resmi dikukuhkan, menandai tonggak baru dalam kiprah UHO melahirkan generasi intelektual muda yang siap berkontribusi bagi bangsa dan daerah.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kendari, Nismawati, yang mewakili Pemerintah Kota Kendari. Dalam kesempatan tersebut, Pemkot menyampaikan apresiasi dan harapan agar para lulusan UHO dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah melalui inovasi dan pemikiran kritis.
Ketua Senat UHO, Prof. Dr. Hj. Jamili, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran keluarga dan orang tua dalam keberhasilan para mahasiswa. Ia menyebut, keberhasilan para wisudawan tidak terlepas dari dukungan dan doa orang tua yang menjadi kekuatan sejati di balik pencapaian tersebut.
“Tangan-tangan para orang tua adalah kekuatan sejati yang menghantarkan keberhasilan para wisudawan hingga ke titik ini,” ujarnya penuh makna.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Dr. Ismail Hasani, turut hadir memberikan pesan inspiratif. Ia mengingatkan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan inovatif bagi seorang intelektual modern.
“René Descartes pernah mengatakan Cogito ergo sum — karena kita berpikir maka kita ada. Maka gunakanlah kemampuan berpikir kalian untuk menghadirkan solusi dan perubahan bagi bangsa,” pesannya.
Ismail juga menegaskan bahwa para lulusan UHO merupakan bagian dari generasi emas menuju Visi Indonesia 2045, dan diharapkan mampu menjadi agen perubahan di berbagai bidang.
Dari para wisudawan, Hamid selaku perwakilan lulusan terbaik, menyampaikan rasa terima kasih dan haru kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan mereka hingga akhir studi. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian bagi masyarakat dan almamater.
“Momen ini bukan akhir, tetapi awal bagi kami untuk mengabdi dan membawa nama harum almamater,” ucapnya.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat, ditandai dengan penyerahan ijazah, penyematan toga, serta doa bersama untuk kesuksesan para alumni UHO. Suasana haru dan bangga menyelimuti Auditorium Mokodompit, menutup rangkaian acara yang menjadi simbol keberhasilan pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara.









