Unsultra dan Kadin Sultra Angkat Kelas UMKM Lokal, Kampus Jadi Penggerak Ekonomi Baru

Kendari, Sultrademo.co — Suasana malam di pelataran Rektorat Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Jumat (7/11/2025), terasa berbeda. Ratusan pengunjung memenuhi area kampus, menikmati musik, lampu-lampu warna-warni, dan deretan stan produk lokal yang menggoda mata.

Itulah puncak acara Expo Technopreneur Vaganza 2025 Batch 3, sebuah kegiatan kolaboratif antara Unsultra dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara, yang tahun ini mengusung tema “Unsultra Berdampak 2025”.

Bacaan Lainnya
 

Tak sekadar pameran, expo ini menjadi simbol gerakan ekonomi baru dari kampus. Bagaimana dunia pendidikan ikut menyalakan semangat wirausaha dan memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah ketatnya kompetisi ekonomi digital.

Lebih dari 100 stan UMKM berjejer rapi di pelataran kampus. Produk lokal hasil kreativitas mahasiswa dan pelaku usaha muda Kendari dipamerkan mulai dari kuliner tradisional, fesyen etnik, hingga inovasi produk digital.

Antusiasme masyarakat pun luar biasa. Sejak sore, area kampus ramai dikunjungi warga yang datang tak hanya untuk berbelanja, tetapi juga menyaksikan pertunjukan musik dan menikmati suasana festival ekonomi rakyat.

“Acara malam ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Marilah kita jaga ketenangan dan kenyamanan sampai selesai,” ujar Rektor Unsultra, Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc. Agric, dalam sambutannya saat menutup kegiatan.

Di hadapan mahasiswa dan pelaku usaha, Rektor Andi Bahrun menyoroti perubahan besar yang tengah dihadapi dunia ekonomi saat ini. “Kami menyadari bahwa dunia usaha kini menghadapi tiga transisi besar.  Transisi energi, digitalisasi industri, dan tekanan publik,” katanya.

Menurutnya, tantangan itu harus dijawab dengan kolaborasi strategis antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Kampus tidak bisa lagi berdiri sendiri sebagai lembaga akademik, melainkan harus menjadi motor inovasi ekonomi yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan pasar.

“Universitas Sulawesi Tenggara ingin berkontribusi nyata dalam menggerakkan perekonomian daerah. Kolaborasi kami dengan Kadin Sultra hari ini adalah langkah awal menuju sinergi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui program Technopreneur Vaganza, Unsultra mendorong mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga belajar menghadapi dunia usaha secara langsung.

“Kami berupaya membentuk sumber daya manusia yang kreatif dan adaptif. Expo ini menjadi ruang belajar sekaligus bukti bahwa inovasi dari kampus bisa memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” jelas Rektor.

Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif “Kadin Goes to Campus”, yang digagas untuk memperkuat hubungan antara pengusaha dan perguruan tinggi.

Bagi para pelaku UMKM muda, acara ini bukan hanya ajang promosi, tetapi juga peluang membangun jejaring bisnis dan memperluas pasar.

Penutupan Expo Technopreneur Vaganza 2025 menjadi momentum yang tak hanya dirayakan dengan musik dan lampu, tetapi juga dengan semangat baru.

Prof. Andi Bahrun berharap kerja sama Unsultra dan Kadin Sultra bisa terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan tingkat provinsi, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah.

“Mudah-mudahan melalui dukungan Bapak Gubernur, kegiatan seperti ini bisa kita usulkan menjadi agenda tahunan Provinsi Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi itu, Unsultra menegaskan komitmennya sebagai kampus yang berdampak. Bukan hanya mencetak sarjana, tetapi juga melahirkan technopreneur muda yang mampu menggerakkan ekonomi lokal dan membawa Sulawesi Tenggara menuju era ekonomi kreatif berbasis inovasi.

Laporan: Nur Mina (Magang)

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait