Wali Kota Kendari Minta Dukungan Kementrian PU Atasi Banjir dan Krisis Air PDAM

Ketgam : Wali Kota Kendari, bersama jajaran pemerintah kota, menggelar rapat koordinasi dengan Balai Kementerian PU RI, Balai Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Balai Kementerian Perhubungan

Kendari, Sultrademo.co – Wali Kota Kendari, bersama jajaran pemerintah kota, menggelar rapat koordinasi dengan Balai Kementerian PU RI, Balai Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Balai Kementerian Perhubungan, membahas program strategis pembangunan infrastruktur.

Dalam rapat yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota Kendari, pemerintah kota menyampaikan sejumlah persoalan krusial, mulai dari penanganan banjir, krisis air bersih yang berdampak pada layanan PDAM, hingga pembangunan TPS dan perumahan.

Bacaan Lainnya
 

Wali Kota Kendari mengungkapkan jumlah pelanggan PDAM mengalami penurunan drastis.

“Tahun 2023 pelanggan PDAM ada 15 ribu, sekarang tinggal 11 ribu. Semua karena keterbatasan air. Kami berharap balai sungai bisa membantu mengatasi persoalan ini,” jelas Siska, Rabu, (20/08/2025).

Selain itu, banjir juga menjadi perhatian serius. Wali Kota menyebutkan kondisi pendangkalan sungai, termasuk di Teluk Kendari, semakin parah.

“Dulu kalau hujan, butuh waktu dua jam baru banjir. Sekarang dalam 30 menit setelah hujan, sudah terjadi banjir. Ini karena sedimentasi sungai yang sudah sangat mengkhawatirkan,” katanya.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, turut menambahkan persoalan lain, seperti kondisi pedestrian yang sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan serta pembangunan jalan baru yang tidak dibarengi saluran drainase memadai.

“Hujan sedikit saja langsung banjir, karena selokan tidak ada,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota meminta dukungan PUPR tidak hanya dalam bentuk teknis, tetapi juga anggaran.

“Banyak jalan yang merupakan proyek nasional. Kami mohon dukungan baik secara keilmuan maupun anggaran,” pintanya.

Sejumlah kepala OPD juga memaparkan permasalahan masing-masing, termasuk Direktur PDAM, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, DLH, dan Bappeda.

Sementara itu, Kepala Balai Jalan, Haryono, menjelaskan efisiensi anggaran nasional yang semula Rp1,2 triliun meningkat menjadi Rp4 triliun. Meski demikian, ia menegaskan akan tetap memprioritaskan proyek untuk daerah.

“Kalau tidak tahun 2025, semoga tahun 2026 sudah terealisasi, karena semua ini demi pembangunan kota,” ujarnya.

Sedang Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Kendari, Harliansyah, menyatakan kesiapannya berkolaborasi dengan Pemkot Kendari.

“Kami siap turun bersama, khususnya dalam penyediaan air bersih. Ada beberapa titik sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait