Walikota Dampingi Gubernur Tinjau Sekolah Rakyat, Pembangunan Gedung Permanen Dikebut

Ketgam : Walikota bersama Gubernur Sultra Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat

Kendari, Sultrademo.co — Wali Kota Siska Karina Imran mendampingi Gubernur Andi Sumangerukka meninjau pelaksanaan program Sekolah Rakyat di kawasan Sentra Meohai, Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari, Selasa (26/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berjalan sesuai target pemerintah.

Selain meninjau proses belajar mengajar, rombongan juga mengecek progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di kawasan Abeli Dalam yang saat ini telah mencapai sekitar 67 persen.

Bacaan Lainnya
 
 
 

Dalam peninjauan di Sentra Meohai Lepo-Lepo, gubernur bersama wali kota memasuki ruang kelas tingkat SMP dan berdialog langsung dengan para siswa. Andi Sumangerukka menanyakan latar belakang keluarga hingga pengalaman para siswa selama mengikuti pendidikan berbasis asrama tersebut.

Suasana haru sempat terlihat ketika seorang siswi menangis saat menceritakan kehidupan yang dijalaninya sebelum masuk Sekolah Rakyat. Sejumlah siswa lain tampak malu-malu menjawab pertanyaan gubernur.

Usai berdialog dengan siswa, rombongan melanjutkan peninjauan ke sejumlah fasilitas penunjang, seperti laboratorium komputer, perpustakaan, klinik pratama, dan asrama siswa. Dalam kesempatan itu, Siska Karina Imran beberapa kali terlihat berdiskusi dengan gubernur terkait kebutuhan pengembangan fasilitas pendidikan ke depan.

Siska mengatakan Pemerintah Kota Kendari mendukung penuh program Sekolah Rakyat karena dinilai mampu membuka akses pendidikan lebih luas bagi masyarakat kurang mampu.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota menjadi kunci agar program tersebut benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Kendari.

“Program ini sangat penting untuk memberikan kesempatan pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem,” ujar Siska.

Sementara itu, Andi Sumangerukka menegaskan Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan dan pembentukan karakter.

“Mereka dibiasakan hidup tertib, rapi, disiplin, dan rajin. Dari kebiasaan itulah nantinya akan lahir perubahan pola hidup yang lebih baik,” kata Andi.

Program tersebut tidak hanya memberikan akses pendidikan gratis, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup positif bagi peserta didik. Ia mengaku puas melihat kondisi lingkungan sekolah yang dinilai bersih dan tertata.

“Alhamdulillah saya lihat anak-anak senang berada di sini. Lingkungannya juga bersih dan tertib,” ujarnya.

Saat ini, Sekolah Rakyat tahap awal di Kendari menampung 49 siswa tingkat SMP yang terdiri atas 30 laki-laki dan 19 perempuan. Adapun tingkat SD dan SMA masing-masing direncanakan menerima 50 peserta didik.

Untuk sementara, kegiatan belajar tingkat SD dan SMA masih memanfaatkan gedung Balai Latihan Kerja sambil menunggu pembangunan fasilitas utama rampung.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke kawasan Abeli Dalam untuk melihat progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Pemerintah menargetkan pembangunan selesai pada Juli hingga Agustus 2026.

Menurut Andi, ketersediaan material pembangunan relatif aman, meski pengerjaan masih menghadapi kendala keterbatasan tenaga kerja di lapangan.

“Pekerjaan dilakukan sampai jam satu malam untuk percepatan. Yang penting kualitas bangunan tetap dijaga,” kata dia.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait