Wawali Kendari Hadiri Sosialisasi SPPG: Stunting 10,5% dan Anemia 16,4% Jadi Alarm Serius di Sultra

Ketgam : Foto bersama dalam acara sosialisasi dan evaluasi pelaksanaan, pemantauan, serta pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kendari, Sultrademo.co – Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menghadiri langsung acara sosialisasi dan evaluasi pelaksanaan, pemantauan, serta pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlangsung di Aula Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara, Selasa malam (2/9/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur SPPG Badan Gizi Nasional Republik Indonesia, Kolonel Artileri Medan, Rudi Setiawan. Acara ini juga diikuti berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan dan pemberdayaan gizi.

Bacaan Lainnya
 

Dalam sambutannya, Sekretaris Satgas Percepatan Pelaksanaan Multisektor Pemberdayaan Gizi (MBG) Provinsi Sultra, Ari Sismanto, menegaskan pentingnya persoalan gizi sebagai salah satu fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Ia memaparkan, sejumlah indikator gizi di Sultra masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diatasi.

“Angka stunting di Sulawesi Tenggara masih berada di level 10,5 persen, artinya lebih dari satu dari sepuluh anak mengalami gangguan pertumbuhan akibat kurang gizi kronis,” ujar Ari.

Sementara itu, angka anemia pada remaja putri mencapai 16,4 persen, dan ini bukan sekadar masalah kesehatan individu, tapi berimplikasi pada kualitas generasi mendatang.

Selain itu, Ari juga mengungkapkan skor Pola Pangan Harapan (PPH) masyarakat Sultra baru mencapai 82,2, jauh di bawah skor nasional yang sudah berada di angka 94,1. “Masyarakat di Sultra memang sudah makan cukup kenyang, tetapi pola konsumsinya belum sesuai dengan kaidah gizi seimbang sesuai visi nasional,” jelasnya.

Untuk itu, Ari menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengatasi persoalan gizi di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, upaya ini tidak bisa hanya dibebankan pada satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas kesehatan, dinas pendidikan, hingga komunitas masyarakat.

“Program SPPG harus diawasi dan dijalankan secara efektif. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait