Baubau, Sultrademo.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, di bawah kepemimpinan Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE, dan Wakil Wali Kota Ir. Wa Ode Hasminah Bolu, M.Sc, mempercepat upaya mewujudkan kemandirian pangan melalui serangkaian program quick win 100 hari kerja.
Salah satu aksi nyata yang digulirkan adalah Gerakan Tanam Cabai dan penyerahan hadiah Lomba Kebun Dapur Ibu (Kedai), yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau di Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio, Minggu (25/05/2025).
Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE, menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap tantangan inflasi daerah yang fluktuatif, terutama jelang hari besar keagamaan dan nasional.
“Sekitar 70% kebutuhan pangan Baubau masih bergantung pada pasokan luar daerah, sehingga harga mudah terdampak kelangkaan stok. Ini harus kita atasi dengan memperkuat produksi lokal,” ujarnya.
Gerakan Tanam Cabai menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi, dengan fokus meningkatkan produksi komoditas pangan rawan fluktuasi harga, seperti cabai, bawang merah, tomat, dan beras. Yusran menjelaskan, selain pengembangan kawasan pertanian, pemanfaatan pekarangan rumah melalui program Kedai juga digalakkan untuk mengoptimalkan ketahanan pangan keluarga.
“Gerakan ini tidak hanya menambah pasokan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pasokan luar sekaligus menekan inflasi,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut diramaikan dengan penyerahan penghargaan kepada pemenang Lomba Kedai, yang dinilai berhasil mengoptimalkan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan. Lomba ini menjadi bagian dari upaya edukasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung kemandirian pangan.
Yusran menegaskan komitmen Pemkot Baubau untuk terus hadir menyelesaikan persoalan masyarakat secara inklusif. “Ini baru langkah awal. Ke depan, kami akan terus memperkuat program berbasis kawasan dan partisipasi masyarakat, termasuk melalui inovasi pertanian berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan langkah strategis ini, Pemkot Baubau berharap dapat menstabilkan harga pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan membangun ketahanan ekonomi masyarakat secara bertahap.
Laporan : Uci Lestari
Editor : UL









