Kendari, Sultrademo.co – Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tenggara (Sultra), Yusran Akbar, menegaskan komitmen seluruh kader untuk tidak sekadar “duduk manis” menikmati potensi kekayaan alam daerah.
Ia menginstruksikan para pengurus dan kader PAN turun langsung ke lapangan untuk memastikan sumber daya alam (SDA) Sultra dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil.
Pernyataan tersebut disampaikan Yusran saat memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus DPW dan DPD PAN Se-Sulawesi Tenggara Periode 2024–2029 di Hotel Claro, Kendari, Selasa (6/10/2026).
“Masih ada petani yang membutuhkan kepastian pasar, masih ada nelayan yang membutuhkan peralatan, dan UMKM yang butuh perhatian. Selama itu masih ada, maka pekerjaan kami belum selesai,” kata Yusran.
Bupati Konawe itu menuturkan, kemajuan suatu daerah tidak bisa hanya diukur dari melimpahnya potensi tambang, perkebunan, atau sektor kelautan.
Menurutnya, indikator utama keberhasilan pembangunan adalah sejauh mana kekayaan alam tersebut mampu menyejahterakan petani, nelayan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di hadapan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan beserta jajaran DPP yang hadir, Yusran menyatakan seluruh jajaran pengurus DPW maupun DPD PAN se-Sultra berada dalam satu komando pimpinan pusat.
Ia pun meminta seluruh jajaran pengurus daerah untuk merapatkan barisan dan sigap merespons setiap aspirasi warga, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.
Selain konsolidasi internal, DPW PAN Sultra turut menyatakan kesiapan mengawal dan memenangkan program-program prioritas nasional pemerintah di daerah. Fokus pengawalan mencakup: Swasembada pangan, Koperasi Desa Berdikari, Kampung Nelayan Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis, Penguatan rantai pasok pangan berbasis korporasi tani.
Mengenai realisasi di lapangan, Yusran membeberkan salah satu capaian di sektor kelautan dan perikanan, yakni hadirnya program Kampung Nelayan Merah Putih di Sultra.
Hingga saat ini, program tersebut sudah terealisasi di empat lokasi salah satunya di Kabupaten Konawe dan diresmikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan.
“Alhamdulillah, untuk tahun 2025 dan 2026, kampung nelayan kami sudah ada empat titik,” ungkapnya.
Menutup arahannya, Yusran mengingatkan bahwa raihan simpati masyarakat menuju Pemilu 2029 tidak bisa dibentuk secara instan. Kerja nyata dan menjaga kepercayaan publik setiap hari menjadi fondasi utama partai.
“Bersama PAN satu komando, partai pilihan PAN aja dulu,” pungkas Yusran.
 






