Asap Hitam Mengepul di Lantai 3, Warga dan Pedagang Pasar Sentral Panik

  • Whatsapp
Ketgam : Suasana Pasar Sentral Saat Mengalami Kebakaran.

Kendari, Sultrademo.co – Pasar Sentral Kendari yang terletak di kota lama, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari terbakar pada Senin (19/7). Kebakaran itu terjadi pada pukul 10.15 WITA tepatnya di lantai 3, Pasar Sentral Kota Kendari.

Tak ada aktivitas jual beli di lantai 3 itu. Puluhan petak ruangan sepi dan tak terisi. Sampah berserakan dimana-dimana.

Bacaan Lainnya

Dilokasi itu terdapat beberapa wahana permainan anak yang sudah rusak. Saat kebakaran terjadi, beberapa anak masih bermain di tempat itu meski sudah tak layak digunakan bahkan membahayakan keselamatan mereka.

Akibat kejadian itu, asap hitam tampak mengepul di lantai 3 pasar tersebut. Warga dan pedagang ikut panik. Beberapa diantaranya membantu pemadam menjinakan api agar tak berimbas pada yang lainnya.

Kepala UPTD Pasar Sentral Kota Kendari, Samsul mengatakan, api berasal dari tumpukan sampah dan limbah yang berserakan di lantai.

“Api berasal dari sampah dan limbah seperti karpet bekas wahana permainan,” katanya saat ditemui.

Sementara terkait puntung rokok atau kosleting listrik yang diduga menjadi penyebab munculnya api di lokasi itu, pihaknya tak mengetahui pasti dan tak memberi komentar. Namun sebelumnya, Kepala Dinas Pemadam Kebaran Kota Kendari, Junaidin Umar mengatakan, kepulan asap hitam itu akibat konsleting listrik.

“Konslet listrik. Sementara anggota berada di sana,” kata Junaidin saat dihubungi via telpon.

Dalam insiden tersebut, tiga mobil pemadam dikerahkan menuju lokasi kejadian. Dia menyebut, kepulan asap tersebut sudah bisa ditangani.

“Tiga armada diturunkan. Konslet biasa, sepertinya sudah teratasi,” pungkasnya.

Saat ini, kondisi di Pasar Sentral Kota Kendari terpantau kondusif. Aktifitas jual beli di lantai 1 dan 2 kembali dilakukan. Aparat kepolisian juga terpantau ada dilokasi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.Namun kerugian ditafsir mencapai Rp.5 juta.

Writer: Hani
Editor: UL
  • Whatsapp

Pos terkait