Kendari, Sultrademo.co — Di tengah kritik yang dilayangkan oleh sekelompok pemuda Sulawesi Tenggara (Sulta) terhadap anggaran makan minum rumah tangga di salah satu Pemerintah Provinsi Sultra, Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, merespons dengan sikap yang penuh kepedulian dan terbuka terhadap masukan.
Melalui keterangan resminya, Minggu (28/7/2024) Asrun Lio, menyatakan apresiasinya atas perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan oleh para pemuda tersebut.
“Kritikan seperti ini menunjukkan adanya kepedulian kepada pemerintah, yang sangat kami hargai. Ini membantu kami untuk terus berpedoman pada aturan-aturan yang berlaku dalam melaksanakan aktivitas pemerintahan,” ungkapnya.
Dalam penjelasannya mengenai anggaran yang menjadi sorotan. Asrun menekankan bahwa anggaran makan minum bukan hanya untuk Rumah Jabatan (Rujab) Sekda, melainkan mencakup seluruh belanja barang dan jasa pada Sekretariat Daerah Provinsi Sultra (Setda Provinsi Sultra).
“Rujab merupakan rumah jabatan yang rumah tangganya diurus oleh pemerintah, dalam hal ini Setda Pemprov Sultra,” jelas Asrun dengan penuh kejelasan.
“Anggaran ini digunakan untuk berbagai kegiatan pemerintahan yang melibatkan pimpinan, dari rapat hingga penyambutan tamu.”
Ia menggarisbawahi Rujab Sekda hanyalah lokus dari kegiatan tersebut dan mengajak semua pihak untuk memahami hal ini.
“Kami berterimakasih atas deteksi dini dan kritik yang membangun, baik dari para pemuda maupun rekan-rekan media yang berperan sebagai partner dan kontrol sosial bagi pemerintah,” tuturnya.
Selain itu, Asrun juga menyampaikan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sedang ditindaklanjuti oleh Inspektorat.
“Segala bentuk pengelolaan keuangan negara diaudit oleh lembaga pengawasan keuangan yang kompeten, ini penting sebagai deteksi dini terhadap kesalahan dalam pelaporan,” ungkapnya.
Dalam penutupnya, Asrun menegaskan pentingnya keberadaan lembaga pengawasan keuangan untuk memastikan pemerintah tetap berjalan sesuai dengan koridor yang benar dan mencegah penyimpangan. “Kami sangat membutuhkan kritik yang positif dan konstruktif untuk perbaikan ke depan, sesuai arahan Pj Gubernur Sultra,” tutupnya.
Melalui tanggapan ini, Asrun Lio tidak hanya menunjukkan keterbukaannya terhadap kritik, tetapi juga memperlihatkan komitmennya untuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara.
Sikap humanis dan responsif ini diharapkan dapat membangun kepercayaan dan kerjasama yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat.








