Baru Sebulan, Call Center 112 Kendari Dibanjiri Ribuan Panggilan dan Prank Call

Ketgam : Wali Kota meninjau call center 112

Kendari, Sultrademo.co — Layanan darurat Call Center 112 milik Pemerintah Kota Kendari langsung kebanjiran panggilan sejak diluncurkan. Dalam waktu kurang dari satu bulan, tercatat sebanyak 5.982 panggilan masuk ke pusat layanan tersebut.

Call Center 112 merupakan program unggulan dalam 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari. Layanan ini dapat diakses gratis tanpa pulsa, cukup dengan menekan 112 dari ponsel. Masyarakat bisa melaporkan kondisi darurat seperti kebakaran, kecelakaan, bencana alam, hingga permintaan ambulans.

Bacaan Lainnya
 

Namun, data evaluasi operasional dari Dinas Kominfo Kota Kendari periode 10–30 Juni 2025 menunjukkan tingginya angka panggilan tidak terjawab dan penyalahgunaan layanan.

Dari total panggilan yang masuk:
2.238 panggilan tercatat dalam antrean,
3.744 panggilan tidak terjawab,
2.522 di antaranya tergolong valid (berdurasi lebih dari 10 detik tapi mayoritas bukan kondisi darurat),
1.222 tergolong tidak valid atau prank call.

Angka prank call ini mencakup sekitar 33 persen dari total panggilan. Kebanyakan berupa panggilan tanpa suara atau yang langsung ditutup, dan dinilai sangat mengganggu efektivitas layanan.

“Masih banyak yang belum memahami fungsi nomor darurat ini. Laporan soal HP terkunci atau SIM card terblokir seharusnya bukan dilaporkan ke 112,” kata Kepala Dinas Kominfo Kendari, Sahuriyanto, dalam keterangannya, Rabu, (09/07/25).

Ia menambahkan, beberapa laporan fiktif bahkan sempat membuat petugas turun ke lapangan tanpa ada kejadian nyata.

Meski begitu, dari ribuan panggilan yang diterima, sebanyak 166 laporan darurat berhasil diverifikasi dan langsung ditindaklanjuti oleh OPD teknis.

Wali Kota Kendari, Hj. Siska Karina Imran, menyebut antusiasme masyarakat terhadap layanan ini sebagai hal positif. Namun ia juga menggarisbawahi perlunya edukasi berkelanjutan agar masyarakat tidak menyalahgunakan layanan ini.

“112 adalah jembatan cepat antara warga dan pemerintah. Tapi angka prank call yang tinggi juga jadi perhatian serius,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang E-Government, Hery, menjelaskan bahwa sistem 112 juga berfungsi sebagai pusat data. Laporan yang masuk terekam lengkap—mulai dari suara penelepon, nomor ponsel, hingga lokasi GPS—yang dapat digunakan untuk memetakan pola kejadian dan menyusun kebijakan cepat.

“Data ini jadi alat bantu untuk mendeteksi risiko dan kebutuhan layanan publik secara digital dan terukur,” ujarnya.

Pemerintah Kota Kendari mengimbau masyarakat agar menggunakan layanan Call Center 112 secara bijak dan hanya dalam kondisi darurat. Satu laporan palsu, tegas mereka, bisa berarti satu nyawa tidak tertolong tepat waktu.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait