Bentrok Massa PT Abe dan PT KKP Lira Konawe, Lukman : Kedua Perusahaan Harus Tempuh Jalur Hukum

  • Whatsapp

KONAWE, Sultrademo.co – Aksi demonstrasi ratusan massa dari PT Andalniaga Boemih Energi (ABE) di jalan hauling PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Rabu 29 Januari 2020 lalu, berujung ricuh.

Aksi tersebut, soal pembayaran tunggakan utang dari PT. Konawe Putra Propertindo (KPP) kepada PT. ABE terkait pembangunan jalan hauling dan jembatan di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Bacaan Lainnya

Sehingga, Camat Lira Morosi mengecam keras atas tindakan yang dilakukan kedua perusahaan, yang mengakibatkan kekacauan di wilayah tersebut.

“Sebagai Camat Lira Morosi sekaligus warga asli morosi, mengecam keras tindakan premanisme yg dilakukan kedua perusahaan tersebut apalagi terjadi bentrok dan beberapa orang massa sampe membawa senjata tajam,” ucap Lukman saat dihubungi, Senin 3 Februari 2020.

Ia menegaskan terhadap kelompok untuk tidak lagi melakukan kekacauan diwilayah tugasnya, jika ada permasalahan terkait utang piutang seharusnya dapat menempuh jalur hukum.

“Saya memberikan warning untuk tidak melakukan kekacauan diwilayah kami, jadi sekali lagi saya tekankan jangan lagi terjadi hal yang serupa. Jika ada unsur penipuan terkait utang piutang silahkan bawa ke pengadilan karena hanya itu solusinya,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Camat Lira Kapoiala, Wahyu Ramdani mengatakan seharusnya kedua perusahaan ini tidak melakukan tindakan aksi diwilayah perusahaan PT. VDNI, apalagi dapat meresahkan warga Kecamatan Lira Morosi.

“Kedua perusahaan yang mengerahkan massa sangat membuat gaduh perusahaan VDNI dan masyarakat sekitar tambang, ini seharusnya tidak terjadi, jadi saya tekankan aparat kepolisian untuk sesegera mengambil tindakan persuasif,” ungkapnya.

Laporan : Jumardin

 

 

 

 

 

Pos terkait