Berikut Poin Penting Aturan Perayaan Nataru

Ilustrasi

Kendari, Sultrademo.co – Meski penerapan PPKM Level 3 batal diberlakukan jelang perayaan Natal dan Tahun baru (Nataru), namun Pemerintah tetap akan menerapkan beberapa aturan terkait perayaan Nataru 2022.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menuturkan aturan libur Nataru sesuai dengan status level PPKM. Aturan libur Nataru tersebut juga akan makin diperketat dan berlaku sesuai dengan kebijakan daerah masing-masing.

Bacaan Lainnya

“Disesuaikan dengan tingkatan masing-masing daerah sebagaimana telah ditetapkan sebelumnya, yaitu level 1, 2, 3, dan 4 menurut kabupaten dan kota,” jelasnya, Jumat (10/12/2021)

Adapun aturan libur Nataru yang dimaksud yakni:

1. Pengetatan Kegiatan Masyarakat

a) Dilarang melakukan perayaan Tahun Baru di beberapa tempat, seperti di hotel, pusat perbelanjaan/mall, tempat wisata, dan tempat keramaian umum lainnya.

b) Kapasitas maksimal pengunjung mall dan bioskop adalah 75 persen.

c) Pengunjung wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi dengan syarat kategori hijau yang boleh masuk.

d) Kegiatan sosial budaya boleh beroperasi dengan maksimal pengunjung 50 orang dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

2. Larangan Cuti ASN

Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) MenPAN-RB Nomor 26 Tahun 2021, berikut ketentuan-ketentuannya:

a) ASN dilarang bepergian ke luar daerah selama periode Nataru dari tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

b) ASN diizinkan bepergian ke luar daerah jika tinggal dan bekerja di instansi yang berlokasi di wilayah yang akan melaksanakan WFO (work from office), seperti Mebidangro, Jabodetabek, Bandung Raya, Jogja Raya, Solo Raya, Kedungsepur, Gerbangkertosusila, maupun Maminasata.

c) ASN yang harus dinas ke luar daerah wajib mendapatkan surat tugas yang ditandatangani oleh minimal Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) atau Kepala Kantor Satuan Kerja.

d) ASN yang terpaksa ke luar daerah harus mengantongi izin tertulis dari Pejabat Pembina Kepegawaian di lingkungan instansinya.

e) ASN dipersilakan izin cuti jika harus melahirkan, sakit, atau alasan penting lainnya.

f) Pegawai yang melanggar kebijakan-kebijakan tersebut akan diberikan sanksi tegas.

3. Libur Sekolah Akhir Tahun 2021 Ditiadakan

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Kemendikbud Ristek Nomor 29 Tahun 2021, berikut rinciannya:

a) Rapor semester 1 (satu) tahun ajaran 2021/2022 dibagikan kepada satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di bulan Januari 2022.

b) Kegiatan pendidikan tidak diizinkan libur selama Nataru, mulai tanggal 24 Desember 2021 – 2 Januari 2022.

c) Menerapkan protokol kesehatan di lingkungan satuan pendidikan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.

d) Pendidik dan tenaga kependidikan Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh izin cuti selama libur Nataru tanggal 24 Desember 2021 – 2 Januari 2022.

e) Pendidik dan tenaga pendidik akan ditunda masa cuti setelah periode Nataru.

Sementara itu, penanganan kasus Covid-19 di Indonesia sendiri kini dalam perbaikan yang terkendali pada tingkat rendah. Perbaikan tersebut juga terlihat dari adanya perubahan level PPKM di kabupaten dan kota yang ada di wilayah Jawa-Bali.

Untuk diketahui, berdasarkan asesmen per 4 Desember, jumlah kabupaten/kota level 3 di Jawa-Bali hanya 9,4 persen atau sama dengan 12 kabupaten/kota saja. Pembatalan PPKM level 3 juga berdasarkan capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali yang telah mencapai 76 persen dan dosis 2 mendekati 56 persen. Sedangkan vaksinasi lansia dosis 1 di Jawa-Bali telah mencapai 64 persen sementara dosis 42 persen.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait