Bombana, Sultrademo.co — Pj Bupati Bombana, Ir H Burhanuddin, M.Si melepas jabatan yang baru diemban sekira dua pekan lebih.
Hal tersebut sangat disesalkan oleh masyarakat karena ditinggalkan oleh pemimpin yang dianggap sukses membangun Bombana.
Mantan aktivis yang ditokohkan di masyarakat adat Moronene Hukaea, Haris Palisuri, menyatakan kekagumannya pada pendekatan Burhanuddin dalam membangun Bombana.
“Beliau secara simultan membangun infrastruktur dan sosial budaya. Jalan diaspal, listrik ditambah, nilai investai meningkat, inflasi terkendali dan banyak meluncurkan program-program pemenuhan kebutuhan rakyat,” kata Haris Palisuri, Rabu (12/12/2023).
Mantan Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Daerah Sultra ini mengatakan, ketika pertama masuk Bombana, Burhanuddin langsung berbicara dihadapan jajarannya menyampailan misinya, tujuannya, dan komitmennya untuk masyarakat Bombana.
“Usai menyampaikan misi, tujuan dan komitmennya, Pak Burhanuuddin kemudian memetakan potensi Bombana berdasarkan program yang berjalan dan turun ke kecamatan-kecamatan,” kata Haris.
Menurut Haris, tidak terlalu sulit Burhanuddin memetakan potensi dan masalah itu. Sebab, mantan Kepala Dinas ESDM Sultra itu sudah pernah memimpin dua kabupaten. Yaitu sebagai Plt Bupati Konawe Kepulauan dan Plt Sekda serta Plh Bupati Buton Utara.
“Berbekal pengalamannya sebagai teknokrat, Pak Bur tidak terlalu sulit membuat program-program melayani masyarakat. Dan itu sangat nyata di Bombana,” terangnya.
Haris kemudian memberikan contoh program-program yang betul-betul dirasakan masyarakat. Antara lain listrik 24 jam di Pulau Kabaena, pengaspalan jalan di Kabaena, Tangkeno, Poleang, dan di Rumbia.
“Di ibu kota kabupaten, jalan dan rambu lalu lintas dilengkapi. Transportasi publik yang selama ini tidak ada, kini di Kasipute sudah diadakan oleh Pak Burhanuddin. Warga atau anak sekolah di Lantawanua sudah menikmati mikrolet yang disediakan kepemimpinan Pak Burhanuddin,” beber Haris Palisuri.
Dibidang sosial budaya, Haris merasakan sendiri bagaimana warga Hukae-Laea mendapat perhatian lebih dari Burhanuddin. Di kampung Hukaea diberi legalitas untuk menempati kawasan yang dulunya terlarang.
“Begitu juga ormas-ormas kerukunan, Moronene, Buton, Tolaki, Luwu, dan lain-lainnya dibina dan direkatkan dalam satu persaudaraan. Pak Bur selalu mengatakan kita ini Indonesia, kita ini Sultra, kita ini Bombana maka kita bersaudara,” ungkap Haris.
Kepemimpinan Burhanuddin mampu mewujudkan apa yang diinginkan masyarakat melalui program-programnya. Sebutlah yang paling terkenal yaitu Menata Kota Memberdayakan Desa.
Program ini turunannya adalah one village one product. Satu OPD satu hektar tanaman holtikultura, dan sebuah tagline Ayo ke Bombana, Surga Investasi.
“Yang saya salut adanya semacam motto: saya bangga jadi orang Bombana. Ini luar biasa, menyentuh rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya sendiri,” beber Haris.
Diapun berharap Bombana kembali dipimpin oleh Ir H Burhanuddin MSi yang sudah terbukti disukai masyarakat. Hanya dalam 15 bulan masyarakat merasa seperti telah bekerja 5 tahun.
“Jika hanya dalam 15 bulan sudah bagus, bagaimana kalau Pak Bur diberi kesempatan lima tahun ya,” pungkas Haris.









