Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (kanan) saat menyerahkan bantuan sembako

Konawe, Sultrademo.co- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe kembali menyalurkan bantuan paket sembako kepada 518 kepala keluarga (KK) yang berdomisili di Kecamatan Unahaa. Selasa (29/9).

Bantuan sembako itu diperuntukkan bagi warga di tujuh kelurahan setempat yang terdampak pandemi. Bupati Kery Saiful Konggoasa mengatakan, bantuan sembako berupa beras, susu, mie instan, ikan kaleng dan makanan tambahan balita tersebut dibagikan dengan maksud untuk mengurangi beban warga dimasa pandemi. Setidaknya, katanya, warga bisa sedikit terbantu ditengah sulitnya beban ekonomi yang diakibatkan merebaknya kembali kasus pasien positif Covid-19 di Konawe.

“Sesuai info, tujuh kelurahan di Unaaha sudah masuk klaster Arombu. Ditujuh kelurahan ini kita mulai batasi ruang gerak warganya. Tapi kita tidak melarang total, sebab ini juga menyangkut aspek ekonomi masyarakat juga,” ujar Bupati Konawe dua periode itu saat penyerahan bantuan sembako di kantor Camat Unaaha, kemarin.

Kery menyebut, saat ini pemkab sudah melakukan pembatasan sosial skala kecil terkhusus bagi warga kelurahan Arombu. Namun tidak menutup kemungkinan, lanjutnya, wilayah-wilayah yang terkoneksi dengan kelurahan Arombu juga akan diterapkan prosedur penanganan Covid-19 agar penularan virus tidak semakin meluas.

Baca Juga :  NGO dan Aktivis Konawe Tolak Kedatangan Presiden di Sultra

“Kita masih pelajari apakah kelurahan lainnya juga akan diisolasi,” ungkapnya.

Tak lupa, mantan Ketua DPRD Konawe itu meminta warga tetap mengikuti anjuran protokol kesehatan Covid-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah. Pemakaian masker saat beraktivitas diluar rumah serta phisycal distancing tak boleh kendor diterapkan warga untuk menghindari resiko penularan wabah.

“Kasus covid terus meningkat. Kita bisa saja batasi warga luar masuk ke Konawe. Sebab, covid ini kebanyakan masuk dari luar. Tapi nanti kita lihat perkembangan kedepannya,” imbuh Kery S Konggoasa.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Konawe, Agus Suyono, menuturkan, 518 KK yang menerima bantuan sembako tersebut merupakan hasil asesmen yang dilakukan pihak kecamatan setempat. Secara bertahap, sambungnya, bantuan pemenuhan kebutuhan pokok itu secara bertahap akan terus disalurkan kepada warga dengan menyesuaikan perkembangan penularan pandemi.

“Jadi ini khusus warga terdampak pandemi. Bukan bantuan reguler seperti PKH dan BPNT,” tandasnya. ( Jumardin Rumindi)

Komentar