Muna, Sultrademo.co –Perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Muna sudah banyak menuai kontraversi dikalangan masyarakatnya, salah satunya terjadi di Desa Ghonsume Kecamatan Duruka Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, berbagai cara sudah dilakukan para Calon Kepala Desa (Cakades) di daerah itu untuk mendapatkan kursi singgasana desa, mulai dari menggunakan politik uang, hingga nekat memanfaatkan ilmu sihir. Dalam Pilkades Ghonsume misalnya, ada oknum Cakades yang diduga menggunakan kedua cara tersebut demi melumpuhkan lawan politiknya.
Menariknya, masyarakat di daerah itu ramai-ramai melawan cara haram tersebut. Hal itu terbukti dengan kekalahan telak yang dialami oleh Cakades Ghonsume nomor urut dua inisia H, dalam perhelatan kepala desa Kamis (24/11) kemarin. Artinya, kecerdasan masyarakat disana dalam memilih pemimpin patut diacungkan jempol, mereka memiliki kesadaran dalam berpolitik yang luar biasa.
Sekertaris Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Ghonsume, Sarifudin menerangkan, pada perhitungan suara Pilkades Ghonsume kemarin, singgasana desanya dimenangkan oleh Cakades nomor urut tiga, dia adalah La Fiudin S.Pd.i
La Fiudin berhasil meraup 705 suara dari total 997 kertas suara yang tercoblos. Kemenangannya sontak membuat banyak masyarakat di Desanya bersorak sorai kegirangan akibat kemenangan telak itu. Kandidat nomor urut tiga itu berhasil membantai kedua lawannya, kandidat nomor urut dua inisial H mendapatkan perolehan suara 283, sedangkan kandidat nomor urut satu hanya meraup 2 suara.
“Ini adalah kejutan besar, perolehan suara Cakades Ghonsume, nomor urut 1 mendapat 2 suara, nomor urut dua mendapat 283 suara, dan nomor urut tiga mendapat 705 suara, sedangkan suara batal ada 5. Semua itu dari total 997 kertas suara tecoblos, sedangkan kertas suara tidak terpakai ada 172, tanpa ada satupun kertas suara yang rusak,” ujarnya melalui pesan WhatsApp saat dihubungi wartawan, Jum’at 25 November 2022.
Meski begitu, Sarifudin mengatakan, ketiga kandidat itu sudah saling memaafkan dan merayakan kemenangan bersama secara kekeluargaan. “Informasinya, tadi ketiganya sudah saling bertemu dan berpelukan. Kandidat nomor urut satu dan dua mendatangi kandidat nomor urut tiga dan mengucapkan selamat kepadanya,”tuturnya.
Terkait Dugaan cara tidak sehat yang digunakan salah satu Cakades, Sarifudin menuturkan, ini merupakan peringatan untuk masyarakat, karena tidak selamanya uang dan ilmu sihir dapat mengalahkan hati nurani rakyat. “Inilah kebesaran Allah, yang mampu melindungi dan membolak-balikkan hati manusia. Semoga ini dapat menjadi pelajaran untuk kita semua, mari sama-sama kita jaga kondusifitas daerah kita. ” cetusnya.
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Ghongsume telah digegerkan dengan penemuna foto Cakades yang tertanam di setiap tempat pemungutan suara (TPS) di desa tersebut. Dari rekaman video yang viral itu, foto yang ditemukan warga terdiri dari foto Cakades nomor urut dua dan tiga. Foto kedua cakades itu kemudian dibungkus menggunakan plastik klip transparan (tembus pandang) lalu diletakkan ke dalam bongkahan tempurung kelapa dan terkubur didalam tanah dekat gerbang TPS di Desa Ghonsume.
Sebelumnya barang itu ditemukan, banyak warga yang merasa deg-degan ketika hendak melewati gerbang TPS untuk menyalurkan hak pilihnya. Warga pun meyakini, barang yang mereka temukan tersebut merupakan sarana untuk melancarkan ilmu sihir agar mengalihkan pilihan mereka kepada salah satu cakades yang fotonya tertanam bersama tempurung kelapa tersebut.
Laporan : Pitra










