Kendari, Sultrademo.co – Gelaran internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 di Kota Kendari tidak hanya menjadi panggung bagi para pemimpin daerah, tetapi juga etalase bagi kreativitas lokal.
Tim Penggerak PKK Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, resmi dipercaya memproduksi 100 unit topi anyaman khas.yang akan dikenakan para delegasi mancanegara dalam aksi penanaman pohon di Kebun Raya Kendari.
Lurah Lalodati, Edy Tawakkal Konggoasa, menegaskan bahwa penunjukan ini merupakan momentum prestisius bagi warganya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam skala internasional ini adalah bukti nyata bahwa produk UMKM lokal mampu bersaing dan memenuhi standar kualitas tinggi.
“Ini bukan sekadar pesanan rutin. Ini adalah amanah dan bentuk kepercayaan internasional yang harus kita jaga kualitasnya. Masyarakat sangat antusias karena karya mereka akan dipakai oleh tamu-tamu dunia,” ujar Edy, Selasa (28/4/2026).
Berbeda dengan produk pabrikan, topi ini menggunakan bahan baku daun pandan hutan yang diambil langsung dari alam sekitar.
Ketua TP PKK Kelurahan Lalodati, Anita Taurizya Edi Konggoasa, menjelaskan bahwa pemilihan material ini bertujuan menonjolkan identitas autentik Sulawesi Tenggara.
Proses produksinya pun menuntut ketelitian ekstra karena karakteristik bahan yang menantang:
Tekstur Kuat: Daun pandan hutan memiliki serat yang lebih kokoh dibandingkan pandan biasa.
Detail Manual: Pengolahan dimulai dengan penjemuran selama dua hari, diikuti pembersihan duri daun, hingga proses anyam manual.
Durasi Produksi: Untuk menjaga kerapian, 100 topi ini dikerjakan selama lebih dari dua minggu oleh tangan-tangan terampil warga.
Topi yang dihasilkan mengusung desain minimalis namun estetis, mempertahankan warna alami daun yang memberikan kesan organik dan ramah lingkungan—selaras dengan semangat kampanye hijau yang diusung dalam agenda penanaman pohon.
“Nilai tambahnya ada pada sentuhan khas tangan para perajin. Tidak ada yang sama persis, setiap topi punya karakter tersendiri,” tambah Anita.
Ajang UCLG ASPAC 2026 diharapkan menjadi katalisator bagi ekonomi kreatif di Kota Kendari. Pemerintah kota menargetkan agar produk lokal seperti topi anyaman Lalodati ini tidak hanya menjadi pelengkap seremonial, tetapi mampu menembus pasar internasional pasca-acara.
Keterlibatan aktif masyarakat Lalodati ini menjadi sinyal positif bahwa Kota Kendari siap menyambut dunia, tidak hanya lewat infrastruktur, tetapi juga melalui kekayaan budaya dan kemandirian ekonomi warganya.










