Kolaka,(08/10/20) sultrademo.co – Aliansi pemuda mahasiswa dan rakyat Kolaka gelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Kolaka, Kamis 08/10/20.

Aksi menolak UU Cipta Kerja yang ditetapka DPR RI, 5 Oktober itu semula berjalan damai, namun jadi ricih.

Menurut keterangan Koordinator Lapangan Fajar Malik, kericihan terjadi akibat adanya provikasi dari seseorang yang melempar.

Fajar Malik mengatakan, pihaknya melakukan aksi ini karena merasa UU Cipta Kerja yang disahkan DPR-RI itu tidak berpihak kepada rakyat.

“UU Cipta Kerja yang disahkan DPR-RI itu sangat berpihak kepada investor bukan kepada rakyat kecil,” ujarnya.

Lanjut Fajar, massa pada mendesak DPRD Kolaka agar menandatangani petisi menolak UU Cipta Kerja dan mengirim petisi tersebut ke DPR-RI untuk di tindak lanjuti.

Baca Juga :  Muhammad Fitran Ramadhan Terpilih Jadi Ketua DPC Permahi Kendari Periode 2020-2022

Namun hanya satu anggota DPRD Kolaka yang hadir menemui massa.

Mengenai aksi yang berakhir ricuh, menurut Fajar itu di luar kendalinya.

Menurutnya, kericuhan itu berawal dari adanya oknum yang melempar ke dalam kantor DPRD Kolaka. Karena terjadi baku lempar, akhirnya pihak kepolisian menggunakan gas air mata untuk memukul mundur massa aksi,” tambahnya.

Melihat kondisi yang tidak terkendali, Dandim 1412 Kolaka Riza Setyawan turun tangan untuk memberikan arahan dan ahirnya massa aksi pun menerima arahan tersebut dan meninggalkan DPRD Kolaka.

Laporan : Muh.ichwanul abdillah

Komentar