Dialog FKS Wasbang, Mahfud MD : Perkembangan Paham Radikalisme Dan Terorisme Mengancam Eksistensi NKRI

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Moh. Mahfud MD menjadi pembicara dalam Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Wawasan Kebangsaan yang digelar di Hotel Claro Kendari, Senin (02/03/2020).

Dalam paparannya Mahfud MD menyampaikan bahwa  bangsa Indonesia dengan keberagaman terdapat 17.504 pulau 1300 suku 726 bahasa daerah, berbagai agama dan kepercayaan serta beragam adat dan budaya. Ia mengungkapkan bahwa secara demografis maupun geografis Indonesia sangat kaya dan dalam keberagaman.

Bacaan Lainnya

“Keutuhan Ideologi dan teritori dari geopolitik itu ada dua dimensi fisik dan nonfisik. yang fisik adalah geografi dan demografi yang non fisik adalah ideologi dan konstitusi. Pada saat ini kita menghadapi problem yang terkait dengan perawatan pada yang fisik maupun nonfisik” Jelas Mahfud.

Menurut Profesor Hukum Tata Negara ini ada ancaman terpadu ideologi maupun teritori yang menjadi tantangan Bangsa Indonesia.

“Salah satu ancaman yang menonjol adalah perkembangan paham radikalisme dan terorisme mengancam eksistensi NKRI” Jelasnya.

Ia menjelaskan narasi radikal terorisme adalah intoleransi, anti Pancasila, anti NKRI, Anti Pemerintah, mudah mengkafirkan, menganggap kelompoknya yang paling benar dan membolehkan penggunaan kekerasan untuk tujuan tertentu.

“Radikalisme dalam arti positif yaitu upaya mencari alternatif penyelesaian masalah secara mendalam dan mendasar sedangkan arti negatif yaitu pandangan dan sikap untuk mengubah sistem dengan cara kekerasan dan menganggap pandangan dan pilihan lain sebagai lawan” Tambahnya.

Selain itu Mahfud juga mengungkapkan tantangan pengamalan nilai-nilai Pancasila yang mengalami pasang surut.

“Tantangan terhadap ideologi Pancasila yaitu selama kurun waktu 74 tahun sejak dilahirkan, pengamalan nilai-nilai Pancasila mengalami pasang surut sesuai situasi bangsa. Namun upaya mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara harus di lakukan. Ditengah derasnya arus perubahan dunia dan dinamika bangsa Pancasila diharapkan lebih hadir mengisi relung nalar anak bangsa” ujarnya.

Pos terkait