Konawe, Sultrademo.co – Forum Anak Kabupaten Konawe (FANKAW) binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Konawe menggelar sosialisasi tentang bahaya bullying dan kekerasan seksual di MTsN 1 Konawe melalui program FANKAW Goes To School, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti secara antusias oleh para siswa dan siswi MTsN 1 Konawe. Sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi kepada pelajar mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Ketua Forum Anak Konawe, Muhammar Qasim Alzahrawi, bersama Wakil Ketua Forum Anak Konawe, Azzahra Tri Anawula.
Dalam pemaparannya, keduanya menjelaskan dampak bullying terhadap kesehatan mental dan kehidupan sosial anak, serta pentingnya upaya pencegahan kekerasan seksual sejak dini.
Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan, mulai dari bullying verbal, fisik, hingga perundungan melalui media sosial yang saat ini semakin sering terjadi di kalangan remaja.
Selain itu, siswa diajak untuk berani berbicara dan melaporkan apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.
Muhammar Qasim Alzahrawi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Forum Anak Konawe dalam meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya perlindungan anak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap teman-teman pelajar dapat lebih memahami dampak bullying dan kekerasan seksual, serta bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai,” ujarnya.
Program FANKAW Goes To School dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab bersama para siswa. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung.
Pihak sekolah turut memberikan apresiasi atas inisiatif Forum Anak Konawe yang dinilai mampu memberikan edukasi positif sekaligus meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya perlindungan anak.
Melalui kegiatan tersebut, Forum Anak Konawe berharap para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap sesama, menjauhi tindakan perundungan, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan seksual dan bullying.
Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang lebih inklusif, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik dari aspek akademik maupun sosial.
















