Gede Renata & Rino Arik: Kisah Siswa SMP ‘Raksasa Tinggi 2 Meter’ Koltim yang Mencuri Perhatian

Ketgam : Siswa Koltim Tinggi 2 Meter, Gede Renata Bersama Guru di Sekolahnya

KOLAKA TIMUR, SULTRADEMO.CO – Di antara ribuan siswa SMP di Indonesia yang rata-rata bertubuh di bawah 160 cm, dua remaja asal Kolaka Timur (Koltim) justru menjadi perbincangan karena postur mereka yang menjulang melebihi tinggi guru dan orang dewasa.

Gede Renata (15) dari SMPN 1 Polipolia dan Rino Arik Edi Saputra (15) dari SMPN 1 Lambandia tak hanya unik secara fisik, tetapi juga menginspirasi lewat keteguhan hati mereka dalam mengejar pendidikan.

Bacaan Lainnya
 

Gede Renata: Bertaruh dengan Keterbatasan di Balik Tubuh 2 Meter

Setiap hari, Gede Renata harus menundukkan kepala saat melintas di pintu kelasnya di SMPN 1 Polipolia. Tingginya yang diperkirakan lebih dari 2 meter membuatnya tampak seperti “raksasa kecil” diantara teman sebayanya. Siswa kelas IX ini adalah anak pasangan Wayan Meting dan Desak Nyoman Ariantini dari Desa Wia-Wia, keluarga sederhana yang hidup pas-pasan.

Meski ekonomi tak mendukung, Gede tak pernah absen belajar. “Dia lahir 13 Mei 2010. Sejak kecil, pertumbuhannya sangat cepat. Saat teman-temannya masih 150 cm, dia sudah jauh lebih tinggi,” cerita Niluh Made Suati, S.Pd., salah seorang guru di sekolahnya. Namun, di balik tubuhnya yang menjulang, Gede harus berjuang melawan rabun penglihatan yang sempat menghambat aktivitas belajarnya.

Bantuan pun mengalir dari berbagai pihak. Dandim 1412 Kolaka membantunya mendapatkan kacamata melalui kampanye media sosial. Dinas Sosial Koltim dan sekolah juga turun tangan, menyediakan sepatu ukuran 48 yang sulit dicari.

“Bahkan ada donatur dari Tiongkok yang tergerak membantunya,” tambah Niluh. Kini, dengan kacamata baru dan sepatu yang pas, Gede kembali bersemangat duduk di bangku kelas, meski kursinya harus didesain khusus agar nyaman.

Rino Arik: Si Pendiam dengan Otak Cemerlang di Balik Postur 189 cm

Rino Arik Berfoto Bersama Sang Guru

Di SMPN 1 Lambandia, 30 kilometer dari Polipolia Rino Arik Edi Saputra (15) juga menjadi perhatian. Dengan tinggi 189 cm dan berat 72 kg, siswa kelas IX ini kerap disangka guru baru oleh orang yang tak mengenalnya.

“Alhamdulillah, dia pendiam tapi pintar. Cepat paham pelajaran,” ujar Muh Aris, guru di sekolahnya.

Anak dari pasangan Katiman dan Sukarti asal Kelurahan Penanggo Jaya ini tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dikenal rendah hati.

“Dia tak pernah memanfaatkan posturnya untuk intimidasi. Justru sangat santun,” tambah Aris. Meski kursi dan meja sekolah terasa kecil untuk tubuhnya, Rino tetap rajin mencatat pelajaran dengan teliti.

Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat untuk Pendidikan Inklusif

Kisah Gede dan Rino menjadi cermin pentingnya dukungan holistik bagi siswa berkebutuhan khusus. Pemerintah daerah, melalui Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, gencar memastikan kedua siswa ini tetap bisa belajar layaknya anak lain. Bantuan mulai dari alat pendidikan hingga kebutuhan sehari-hari menjadi bukti komitmen tersebut.

“Mereka berdua adalah bukti bahwa keterbatasan fisik bukan akhir segalanya. Selama ada kemauan dan dukungan, mereka bisa meraih mimpi,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Koltim, Drs. I Made Sutama, M.Pd., saat dikonfirmasi media.

Tak hanya institusi resmi, masyarakat pun turut andil. Donatur lokal hingga internasional menyambut tangan terbuka, membuktikan bahwa kepedulian bisa datang dari mana saja.

Gede dan Rino mungkin terlahir dengan tubuh yang “berbeda”, tetapi semangat mereka sama seperti remaja seusianya: ingin belajar, bermain, dan meraih cita-cita. Di sudut Kolaka Timur, dua siswa ini mengajarkan bahwa ukuran kesuksesan bukan dihitung dari sentimeter tinggi badan, melainkan dari seberapa gigih seseorang melangkah menuju masa depan.

“Saya ingin jadi tentara,” ujar Gede suatu sore, sambil tersenyum. Sementara Rino bercita-cita menjadi guru. Di balik tubuh mereka yang menjulang, impian itu terus tumbuh—seperti pohon yang meraih matahari, tak peduli seberapa tinggi ia harus berdiri.

Laporan : Uci Lestari
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait