GMNI Kendari Launching Film ‘Kongres Perempuan 1’, Sarinah Tunjukkan Peran Strategis Perempuan

Kendari, Sultrademo.co Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari mencetak sejarah baru dalam ruang diskursus keperempuanan. Bertempat di Aula FISIP Universitas Halu Oleo, Sabtu (21/6/2025), GMNI sukses menggelar seminar keperempuanan dan launching film dokumenter bertajuk “Kongres Perempuan 1”.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Kendari, Satgas PPK UHO, serta Kabid Sarinah GMNI Kendari. Semuanya membahas isu-isu strategis seperti pelecehan seksual, politik perempuan, hingga strategi menciptakan kampus aman bagi semua gender.

Bacaan Lainnya
 

Ketua Panitia, Nina, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk komitmen nyata kader GMNI untuk terus mendorong posisi dan peran perempuan dalam pembangunan bangsa.

“Momentum ini jadi spesial karena kita luncurkan film dokumenter tentang Kongres Perempuan I—sebuah tonggak sejarah penting bagi perjuangan hak-hak perempuan Indonesia,” ujarnya.

Film ini diharapkan tidak hanya menginspirasi, tetapi juga mengedukasi generasi muda mengenai semangat keberanian dan kemandirian perempuan dalam menghadapi tantangan zaman.

Ketua DPC GMNI Kendari, Rasmin Jaya, mengapresiasi langkah progresif Sarinah GMNI Kendari yang disebutnya sebagai bentuk nyata dari semangat “perempuan berdaya, perempuan bersuara”.

“Kegiatan ini mendobrak kebekuan gerakan perempuan. Ini langkah strategis dan paling relevan dengan fenomena hari ini,” tegasnya.

Ia juga menilai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa GMNI bukan hanya ruang gerak politik, tapi juga tempat produksi gagasan, inovasi, dan karya-karya inspiratif.

Dalam sesi materinya, Rinda, Kabid Sarinah DPC GMNI Kendari, menyebut berbagai isu perempuan kini semakin kompleks mulai dari politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga kekerasan berbasis gender.

“Ruang ini menjadi instrumen penting untuk bertukar ide segar dan menemukan terobosan yang bisa berdampak langsung pada kehidupan perempuan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Kongres Perempuan I bukan sekadar catatan sejarah, tapi semangat perjuangan yang terus hidup dan relevan hingga hari ini. Menurutnya, organisasi harus secara aktif mendorong kualitas dan kapasitas kader perempuan agar bisa mengisi ruang-ruang strategis secara profesional dan berintegritas.

Acara ditutup dengan pemutaran film “Kongres Perempuan I” yang menjadi puncak kegiatan. Film ini menjadi ajakan reflektif bagi penonton untuk memahami pentingnya perjuangan perempuan dalam sejarah bangsa dan kebutuhan mendesak akan kesetaraan gender di era modern.

“Lewat film ini, kami ingin menanamkan semangat merdeka dari rasa takut dan berani mengukir prestasi,” pungkas panitia.

Film dokumenter ini sekaligus menjadi wujud keberanian Sarinah GMNI Kendari dalam menggabungkan kreativitas dengan advokasi, mengubah ruang-ruang diskusi menjadi media yang hidup dan menginspirasi.

Laporan: Muhammad Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait