IPM Kota Kendari Masuk Lima Besar Tertinggi se-Indonesia

Ketgam : Grafik Indeks Pembangunan Kota Kendari

Kendari,Sultrademo.co – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kendari tahun 2020 mengalami lonjakan 0,67 persen menjadi 83,53 persen. Peningkatan tersebut disebabkan adanya strategi duet antara Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir dan Wakil Wali Kota Kendari Siska Karina Imran.

Duet tersebut berhasil meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Kendari. Berkat capaian tersebut, Kota Kendari berhasil masuk dalam lima besar IPM tertinggi se Indonesia. Hal ini tentu membuat Kota Kendari berjaya di panggung nasional

Bacaan Lainnya

Terkait capaian tersebut, Wali Kota Kendari mengatakan semua itu tak lepas dari dukungan dan kerja keras seluruh pihak baik itu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun seluruh stakeholder terkait yang ada di Kota Kendari.

Dengan capaian tersebut, Sulkarnain berharap ke depannya bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi agar nantinya bisa memberikan hasil yang lebih optimal lagi bagi daerah ke depannya.

” Kita patut bersyukur berada di angka rata-rata.Angka harapan hidup kita juga menjadi 73 tahun. Makanya saya sempat bercanda, kalau pensiun dan ingin tempat nyaman, tinggal saja di Kota Kendari. Itu menjadi bukti bahwa kita berhasil menyejahterakan masyarakat.Namun yang paling penting adalah capaian ini bisa betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Kendari,” kata Sul sapaan akrabnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota (Wawali) Kendari, Siska Karina Imran menambahkan peningkatan angka IPM Kota Kendari dipengaruhi oleh angka harapan hidup masyarakat Kota Kendari yang terus meningkat. Siska mencontohkan tahun 2019, angka harapan hidup hanya 73,75 tahun meningkat menjadi 73,77 tahun pada 2020.

Meningkatnya harapan hidup warga Kendari, tak lepas dari berbagai program yang dihadirkan Pemkot Kendari yang meliputi berbagai program perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan dan bantuan sosial terlebih di masa pandemi Covid-19.

“Kita sudah porsikan APBD untuk item-item dimaksud. Misalnya pendidikan dan kesehatan itu kita porsikan masing-masing 20 persen dan 10 persen dari total APBD Rp1,5 triliun, kata Siska.

Di sisi lain,Lanjut kata Siska, pemberian bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat terdampak covid-19 juga turut andil dalam pemulihan ekonomi daerah sekaligus peningkatan IPM Kota Kendari.

“Ini wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Kami pastikan akan selalu memberikan rasa aman bagi seluruh warga. Agar indeks pembangunan manusia kita kedepannya bisa semakin meningkat. Menuju masyarakat Kota Kendari yang sejahtera,” kata Siska.

Pada 2020, Pemkot Kendari menyalurkan bansos berupa paket sembako sekira 32.941 paket, bantuan langsung uang tunai sekira Rp.300 ribu kepada 3.639 karyawan dan 3.786 pelaku UKM terdampak covid-19 dan bantuan permodalan sebesar Rp 1 juta kepada sekira 500 UKM. Pada 2020, Pemkot Kendari juga mengikutsertakan sekira 5.023 warga kurang mampu dalam program tersebut (JKN-KIS) sehingga total saat mencapai sekira 82 ribu orang.(Kamis,29/04/21).

Laporan : Hani

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait