Jelang Pilkada Serentak 2020, Polres Kolaka Imbau Masyarakat Bijak Bermedsos

  • Whatsapp

Kolaka,(11/07/20) sultrademo.co – Informasi yang beredar di jejaring media sosial (Medsos) perlu diperhatikan konten dan kebenarannya.

Terkait banyaknya informasi yang beredar tidak jelas sumber dan validitasnya, Humas Polres Kolaka mengimbau masyarakat agar bijak bermedsos, harus lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Bacaan Lainnya

P.S. Paur Humas Polres Kolaka Bripka Riswandi menjelaskan, media sosial termasuk golongan media yang terus menanjak popularitasnya, tak hanya dari sisi pengguna biasa saja tapi juga dari sisi bisnis atau sebagai platform pendukung kegiatan marketing.

“Media sosial juga bisa saja digunakan untuk menyebar provokasi serta berita hoax yang dapat menimbulkan perselisihan serta perpecahan dari masing-masing pendukung calon kepala daerah, ucapnya,” kata Riswandi.

Dijelaskan, media sosial adalah situs atau layanan daring (online) yang memungkinkan dari penggunanya tak hanya mengkonsumsi, tapi juga dapat berpartisipasi membuat, mengomentari, dan menyebarkan beragam informasi serta konten dalam berbagai format teks, gambar, audio dan video.

“Harus dihindari menyebarnya konten hoax dan ujaran kebencian,” ujarnya.

Lanjut Riswandi, netizen perlu mengetahui jenis informasi yang akurat dengan beberapa cara: Pertama, membaca informasi secara utuh, lihat lebih detail dan teliti isinya.

Kedua, tanyakan kepada penyebar informasi serta konfirmasi dari mana asal informasi.

Ketiga, cek sumber informasi apabila mendapatkan informasi dari media online, apakah media tersebut adalah media kredibel

Keempat, pastikan melalui search engine, apakah ada informasi yang sama.

Terkait Pilkada serentak 2020, Riswandi mengimbau masyarakat Kolaka Timur agar lebih selektif dalam menerima informasiĀ  serta tidak terburu-buru meneruskan dan menyebarkan ke media sosial.

Kesalahan dalam memanfaatkan media sosial bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Paling penting adalah terhindar dari jeratan Undang-undang ITE, ” tutup Riswandi.

Laporan : Muh. Ichwanul Abdillah

Editor : MA

Pos terkait