Kendari, Sultrademo.co – Wali Kota Kendari H Sulkarnain menyebut, bahwa kasus aktif coronavirus disease 2019 (Covid-19) telah turun secara signifikan. Pasalnya, berdasarkan laporan yang ia terima, saat ini kasus aktif di Kendari sudah berada di bawah 200 orang.
“Alhamdulillah pagi tadi saya dapat laporan bahwa kasus aktif Covid-19 sudah di bawah 200, dimana sebelumnya hampir mencapai 400 orang. Dan ini menunjukkan tren penurunan yang signifikan,” ungkap Sulkarnain, Senin (7/3/2022).
Menurutnya, penurunan kasus aktif tersebut karena dibarengi penerapan protokol kesehatan (prokes) oleh masyarakat.
“Kelihatannya memang, varian omicron ini sangat cepat penularannya. Tapi penyembuhannya juga relatif lebih cepat dibanding dengan varian sebelumya. Mudah-mudahan ini bisa terus kita pertahankan. Makanya saya sekali lagi menghimbau masyarakat untuk selalu disiplin prokes,” jelasnya.
Orang nomor satu di Kota Kendari ini juga tak melarang warga untuk beraktivitas akan tetapi beliau meminta kepada masyarakat untuk benar-benar memastikan aktifitas yang dilakukan bisa melindungi dari penularan Covid-19.
“Kita tetap mengizinkan beraktifitas tetapi pastikan bahwa aktifitas yang dilakukan itu betul-betul bisa melindungi dari penularan covid-19,” tuturnya.
Politikus PKS ini pun berharap, dengan tren penurunan kasus dan penambahan jumlah pasien yang sembuh, bisa kembali membuat daerah yang ada di Kendari masuk zona hijau. Sehingga memasuki bulan suci ramadan masyarakat bisa kembali beraktivitas biasanya.
“Kita tentu tidak ingin kejadian seperti sebelumnya. Dimana untuk beribadah saja harus dilakukan di rumah karena Covid-19. Semoga tahun ini kita bisa melaksanakan puasa dengan kebahagiaan. Kita bisa kembali turun ke level 1 supaya tidak lagi seperti 2 tahun sebelumnya kita berpuasa dan berlebaran tidak seperti situasi biasa yang diinginkan,” tutup Sulkarnain.
Diketahui berdasarkan update data kasus Covid-19 tangal 6 Maret tahun 2022, terdapat 199 kasus katif, sembuh 1.601, meninggal 2 orang dari jumlah total konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.802 orang.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






